Zainab binti Khuzaimah, Istri Rasulullah yang Dijuluki Ummul Masakin: Ibundanya Orang-orang Miskin

Ammahsukma – Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha merupakan salah seorang istri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  yang dikenal kerena sifat kedermawanan, kebaikan, dan kesantunannya kepada orang-orang miskin.

Biografi dan Nasab Zainab binti Khuzaimah

Biografi dan Nasab Zainab binti Khuzaimah

pixabay.com

Nama lengkapnya adalah, Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah Al-Hilaliyah.

Ibunda dari Zainab bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamatsah.

Kalau dilihat berdasarkan asal-usul dari keturunannya, Zainab  binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha termasuk ke dalam silislah keluarga yang disegani dan dihormati di kalangannya.

Tetapi untuk tanggal kelahirannya para ulama tidak mengetahuinya secara pasti, namun ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa ia lahir sebelum tahun ke-13 dari kenabian.

Zainab binti Khuzaimah Seorang Wanita yang Dijuluki Ummul Masakin

Sebelum memeluk agama Islam, Zainab radhiallahu ‘anha sudah dikenal dengan gelarnya, yakni Ummul Masakin (ibu dari orang-orang miskin).

Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam kitab Thabaqat ibnu Sa’ad, gelar tersebut sudah dimilikinya sejak ia masih dalam masa kejahiliyahan.

Zainab binti Khuzaimah Dikenal  Ummul Masakin

pixabay.com

Seperti yang disebutkan juga di dalam kitab As-Samthus-Samin fi Manaqibi Ummahatil Mu’minin, Ath-Thabari.

Di alam kitab tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menikahkan Zainab sebelum Beliau menikah dengan Maimunah.

Sejak zaman Jahiliyah, Zainab radhiallahu ‘anha sudah dikenal dengan julukan Ummul Masakin, karena lemah lembut dan kebaikannya kepada orang-orang miskin.

Terlebih Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha memang terkenal dengan sifat kedermawanannya, sifat santunnya, dan murah hatinya terhadap orang-orang, tak hanya orang-orang yang sederajat dengannya, namun juga kepada orang-orang miskin.

Bahkan ia juga lebih mengutamakan kepentingan mereka dibanding dengan kepentingan untuk dirinya sendiri.

Meskipun di kala itu Zainab belum mengetahui bahwa orang-orang yang baik kepada makhluk-Nya, penyantun, maupun penderma akan memperoleh pahala di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Tetapi sifat-sifat tersebut sudah tertanam di dalam dirinya sejak sebelum memeluk islam. Ketika sudah memeluk Islam, tidak berkurang sifat baik hatinya sedikitpun, bahkan malah sifat penyantunnya terus bertambah dan menjadi tambah lebih baik kepada sesama.

Zainab binti Khuzaimah adalah salah seorang dari kalangan wanita yang pertama-tama masuk ke dalam Islam.

Hal yang menjadi motivasi untuknya memeluk agama Islam adalah karena memiliki pola pikir yang baik, menolak kesyirikan, dan selalu menjauhkan dirinya dari perbuatan-perbuatan Jahiliyah.

Silahkan dibaca juga:
Hafsah binti Umar, Istri Nabi yang Pertama Kali Menyimpan Al Qur’an Dalam Bentuk Tulisan

Rasulullah Menikahi Zainab binti Khuzaimah

Rasulullah Menikahi Zainab binti Khuzaimah

pixabay.com

Nah, kalau di simak tentang siapa suami pertama dan keduanya Zainab sebelum ia menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Para perawi memiliki perbedaan pendapat, ada yang sebagian perawi mengatakan bahwa suami pertama Zainab radhiallahu ‘anha  adalah Thufail bin Harits bin Abdul Muthalib, yang kemudian menceraikannya.

Selanjutnya ia menikah lagi dengan Ubaidah bin Harits, namun ketika itu Ubaidah terbunuh ketika Perang Badar, ataupun Perang Uhud.

Nah, sebagian perawi yang lainnya menyatakan bahwa suami ke-2 nya adalah Abdullah bin Jahsy.

Sebenarnya masih banyak perawi-perawai lain yang memberikan pendapat yang berbeda-beda.

Akan tetapi, dari berbagai perbedaan pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat diantaranya adalah salah satu riwayat yang menyebutkan bahwa suami pertamanya adalah Thufail bin Harits bin Abdul Muthalib.

Disebabkan karena Zainab binti Khuzaimah tidak bisa melahirkan (mandul), akhirnya Thufail menceraikannya ketika mereka berhijrah ke Madinah.

Untuk memuliakan Zainab binti Khuzaimah, Ubaidah bin Harits (saudara laki-laki dari Thufail) menikahkannya.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, Ubaidah bin Harits adalah salah satu dari sekian prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib.

Kemudian, mereka bertiga ikut berperang menghadapi  Bani Quraisy pada Perang Badar, tetapi akhirnya Ubaidah mati syahid di dalam perang tersebut.

Di dalam riwayat, tidak ada yang menjelaskan tentang kehidupan Zainab radhiallahu ‘anha Setelah Ubaidah wafat, sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menikahinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menikahi Zainab binti Khuzaimah karena Beliau ingin melindungi Zainab, dan meringankan beban hidupnya.

Hati Rasulullah menjadi luluh ketika melihat Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha hidup menjanda, sementara dari sejak kecil ia sudah dikenal dengan kelemah-lembutannya kepada orang-orang miskin.

Sebagai seorang utusan yang membawa rahmat untuk alam semesta, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  rela mendahulukan kepentingan kaum Muslimin, yang termasuk kepentingan Zainab di dalamnya.

Keutamaan Zainab binti Khuzaimah

Keutamaan Zainab binti Khuzaimah

pixabay.com

Selain dikenal sebagai wanita yang baik hati, Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha juga dikenal sebagai istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  yang senang hati meringankan beban-beban saudaranya.

Sebagaimana yang sudah diriwayatkan oleh Atha bin Yasir, bahwa Zainab binti Khuzaimah memiliki seorang budak hitam yang berasal dari Habasyah.

Zainab radhiallahu ‘anha sangat menyayangi budak tersebut, sampai-sampai budak dari Habasyah tersebut tidak diperlakukan oleh Zainab layaknya seorang budak, tetapi Zainab malah memperlakukannya seperti seorang kerabat dekatnya.

Di dalam salah satu haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah menyampaikan pujian kepada Ummul Mukminin, Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha dengan sabdanya,

“Ia benar-benar menjadi ibunda bagi orang-orang miskin, karena selalu memberikan makan dan bersedekah kepada mereka.”

Zainab binti Khuzaimah adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  ke-2  yang wafat setelah Khadijah radhiyallahu ‘anha.

Untuk memuliakan dan mengagungkannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  langsung mengurus mayat Zainab dengan tangan Beliau sendiri, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  pun juga yang menshalatinya.

Akan Tetapi, ada beberapa perbedaan pendapat di antara periwayatannya.

Zainab binti Khuzaimah Wafat

pixabay.com

Salah satunya ada pendapat yang mengatakan bahwa Zainab binti Khuzaimah mulai memasuki rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  selama 3 bulan, adapula pendapat lain yang menyatakan 8 bulan.

Tapi perihal yang pasti adalah prosesnya yang sangat singkat, karena Zainab radhiallahu ‘anha meninggal semasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  masih hidup.

Di dalam kitab sirah-nya pun juga tidak dijelaskan apa penyebab kematiannya.

Tetapi yang diketahui secara jelas bahwa, Zainab binti Khuzaimah meninggal di usia yang relatif muda, yakni kurang dari 30 tahun.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan tempat terbaik kepada Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha

Add Comment