Pengertian, Karakteristik Dan Langkah-Langkah Penyelesaian Soal Cerita

Soal Cerita. Ketika dibangku sekolah sampai perguruan tinggi, tentu kalian pernah menyelesaikan soal yang berbentuk uraian cerita. Mata pelajaran apapun sering kali menyajikan soal dalam bentuk cerita.

soal cerita belajar pembelajaran

pixabay.com

Melalui soal cerita, kecakapan atau kemahiran siswa dalam menganalisis permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan. Faktanya, masalah yang sering dirasakan sulit oleh siswa dalam pembelajaran adalah menyelesaikan soal cerita.

Contohnya, menyelesaikan soal cerita matematika tidak semudah menyelesaikan soal yang sudah berbentuk bilangan matematika. Penyelesaian soal cerita tidak hanya memperhatikan jawaban akhir perhitungan, tetapi proses penyelesaiannya juga harus diperhatikan.

Banyak siswa yang tidak mengetahui apa yang diketahui dan apa yang ditanya dari soal cerita yang diberikan. Siswa masih terfokus pada contoh soal yang diberikan guru dan kebingungan ketika diberikan soal baru yang berbeda dari contoh soal.

soal cerita tanya jawab

pixabay.com

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Bagi sebagian siswa, terbatasnya waktu dalam tes membuatnya memilih mendahulukan mengerjakan soal yang menurutnya mudah.

Faktor lain adalah malasnya siswa membaca soal cerita sehingga ia mendahulukan soal yang berbentuk angka, sebaliknya ada siswa yang malas melihat angka sehingga ia mendahulukan soal yang berbentuk cerita/uraian.

Lalu, apakah pengertian soal cerita?. Mengapa kita cenderung menganggap soal cerita merupakan soal yang sulit diselesaikan?. Bagaimanakah langkah-langkah yang benar ketika kita akan menyelesaikan soal cerita? Nah, Kita akan membahasnya pada uraian berikut ini.

 

Pengertian Soal Cerita

soal cerita pengertiannya

pixabay.com

Soal cerita adalah suatu pertanyaan yang diuraikan dalam cerita bermakna yang dapat dipahami, dijawab secara matematis berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya. Cerita yang diungkapkan dapat merupakan masalah kehidupan sehari–hari atau masalah lainnya

Sweden menyatakan bahwa soal cerita adalah soal yang diungkapkan dalam bentuk cerita yang diambil dari pengalaman-pengalaman siswa yang berkaitan dengan konsep-konsep materi pembelajaran.

Soal cerita merupakan soal yang dapat disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan, soal cerita yang berbentuk tulisan berupa sebuah kalimat yang mengilustrasikan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa soal cerita adalah bentuk soal yang diuraikan dalam bentuk cerita yang berkaitan dengan konsep-konsep materi ajar yang mengilustrasikan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika kita belajar matematika misalnya, soal cerita yang terdapat dalam matematika merupakan persoalan-persoalan yang terkait dengan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicari penyelesaiannya dengan menggunakan kalimat matematika.

soal cerita kalimat matematika

pixabay.com

Penyajian soal dalam bentuk cerita merupakan usaha menciptakan suatu cerita untuk menerapkan konsep-konsep matematika yang sedang atau sudah dipelajari sesuai dengan pengalaman sebelumnya atau pengalaman sehari-hari.

Bobot masalah yang diungkapkan akan mempengaruhi panjang pendeknya cerita dalam soal. Makin besar bobot masalah yang diungkapkan, memungkinkan panjang cerita yang disajikan, dan makin sulit juga menganalisisnya.

 

Karakteristik Soal Cerita

Karakteristik adalah sesuatu yang khas atau mencolok dari seseorang, sesuatu benda atau hal. Soal cerita mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Soal dalam bentuk ini merupakan suatu uraian yang memuat satu atau beberapa konsep sehingga siswa ditugaskan untuk merinci konsep-konsep yang terkandung dalam soal tersebut.
  2. Umumnya uraian soal merupakan aplikasi konsep dalam kehidupan sehari-hari atau keadaan nyata, sehingga siswa seakan-akan menghadapi keadaan sebenarnya.
  3. Siswa dituntut menguasai materi tes dan bisa mengungkapkannya dalam bahasa tulisan yang baik dan benar.
  4. Baik untuk menarik hubungan antara pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan materi yang sedang dipikirkannya.

 

Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita

soal cerita kemampuan menyelesaikan soal

pixabay.com

Pengertian Kemampuan

Kemampuan berasal dari kata dasar ”mampu” yang berarti kuasa (bisa, sanggup melakukan sesuatu, dapat, berada, kaya, mempunyai harta berlebihan). Kemampuan dapat diartikan sebagai kesanggupan, kecakapan, kekuatan, atau potensi diri sendiri melakukan sesuatu perbuatan.

Kemampuan mempelajari dan menyelesaikan soal cerita sangat penting dimiliki oleh setiap orang, karena dengan mempelajari matematika seseorang akan mempunyai daya nalar yang bagus, berfikir logis, kritis, dan sistematis.

Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita

Penyelesaian soal cerita merupakan kegiatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah dalam suatu soal cerita merupakan suatu proses yang berisikan langkah-langkah yang benar dan logis untuk mendapatkan penyelesaian.

Dalam menyelesaikan suatu soal cerita bukan sekedar memperoleh hasil yang berupa jawaban dari hal yang ditanyakan, tetapi yang lebih penting siswa harus mengetahui dan memahami proses berpikir atau langkah-langkah untuk mendapatkan jawaban tersebut.

Soal cerita dapat melatih kemampuan siswa dalam memecahkan persoalan-persoalan atau permasalahan-permasalahan yang ada kaitannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melalui cara ini akan timbul kesadaran siswa tentang betapa penting belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari kesadaran siswa tersebut, secara tidak langsung dapat merangsang motivasi siswa untuk belajar matematika khususnya materi yang berkenaan dengan soal cerita.

Adapun kemampuan menyelesaikan soal cerita meliputi:

  1. Kemampuan Verbal yang meliputi, kemampuan mengetahui data yang diketahui dan hal yang ditanyakan.
  2. Kemampuan Numerik (kemampuan berhitung).
  3. Kemampuan Algoritma (kemampuan mengerjakan secara runtut).
  4. Kemampuan menafsirkan hasil yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan pada soal (menarik kesimpulan).

 

Langkah-Langkah Penyelesaian Soal Cerita

Pada penyelesaian soal cerita siswa perlu diarahkan untuk mempelajari langkah-langkah maupun aturan-aturan yang seharusnya dilakukan dalam menemukan suatu jawaban sebagai hasil temuan terhadap pemecahan masalah yang terkandung pada suatu soal cerita.

soal cerita langkah-langkahnya

shutterstock.com

Untuk menentukan cara menyelesaikan soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah-langkah menyelesaikan masalah atau soal cerita tersebut.

Menurut Polya, dinyatakan bahwa pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok yang harus dilakukan yaitu:

  1. Memahami masalah (understanding the problem).

soal cerita diketahui dan ditanya

pixabay.com

Pada tahap ini siswa harus memahami masalah yang diberikan yaitu menentukan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, apa syaratnya, cukup atau berlebihan syarat tersebut untuk menyelesaikan soal yang diberikan.

  1. Merencanakan pemecahan masalah (devising a plan).

Pada tahap ini siswa harus menunjukkan hubungan antara yang diketahui dan yang ditanyakan, dan menentukan strategi atau cara yang akan di gunakan dalam menyelesaikan soal yang diberikan.

  1. Melaksanakan rencana pemecahan masalah (carrying out the plan).

Pada tahap ini siswa melaksanakan rencana yang telah ditetapkan pada tahap merencanakan pemecahan masalah, dan mengecek setiap langkah yang dilakukan.

soal cerita diskusi

shutterstock.com

  1. Memeriksa kembali solusi yang diperoleh (looking back).

Pada tahap ini siswa melakukan refleksi yaitu mengecek atau menguji solusi yang telah diperoleh.

Mekle menyatakan bahwa ada tiga langkah yang merupakan urutan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yaitu:

  1. Mengidentifikasi masalah.
  2. Menentukan apa yang diketahui dan yang ditanya.
  3. Membuat rencana penyelesaian dari apa yang diketahui. Agar dapat mengidentifikasi masalah, menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, siswa yang harus memahami apa yang menjadi permasalahan dalam soal tersebut.

Soal cerita memang identik dengan mata pelajaran sains seperti Matematika, Fisika dan Kimia. Dalam menyelesaikan soal cerita juga terdapat metode unik yang sering disebut dengan metode PQRST.

Salah satu tahapan penting dalam metode ini adalah pada tahap awal, yaitu memahami masalah untuk menentukan apa yang diketahui dan apa yang dicari dalam masalah atau persoalan yang diberikan.

Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi, menyelesaikan dan menguji kembali hasil yang sudah ditemukan. Lalu, apa saja langkah-langkah metode PQRST?. Berikut penjelasannya dengan pengaplikasian pada mata pelajaran matematika.

 

P ( Preview)

Preview merupakan langkah pendahuluan, yaitu memaknai secara utuh sehingga tergambar secara keseluruhan dari persoalan yang ditampilkan. Membaca persoalan matematika berbeda dengan membaca sejarah atau novel.

Ide-ide matematika biasanya ditulis lebih terkonsentrasi pada suatu persoalan sehingga setiap kata-kata dan simbol selalu mempunyai makna yang penting. Oleh karena itu bacalah persoalan dengan hati-hati.

Jika sekali membaca soal belum dapat ditangkap maknanya, coba ulangi lagi. Tujuan dari membaca soal ini adalah untuk mendapatkan tentang pertanyaan-pertanyaan ide dasar variabel-variabel, yang diketahui dan yang belum diketahui serta fakta-fakta pada persoalan.

 

Q (Question)

soal cerita identifikasi pertanyaan

pixabay.com

Pada  langkah ini diidentifikan persoalan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Apakah yang di tanyakan? Apakah hal-hal yang diketahui dari persoalan itu ? langkah selanjutnya menentukan perkiraan jawaban apa yang sesuai dengan pertanyaannya.

 

R (Rewrite)

Pada langkah ketiga ini ditulis atau di terjemahkan persoalan kedalam model matematika yang sesuai. Untuk menang sesuai. Terjemahkan persoalan bacalah persoalan secara teliti, hati-hati dan perhatikan makna kalimat demi kalimat bahkan kata demi kata.

 

S (Solve)

Langkah keempat adalah penyelesaian. Gunakan skill atau prosedur matematika yang benar untuk menyelesaikan model matematika dari persoalan. Untuk menyelesaikan suatu persoalan kadang-kadang di perlukan gambar atau diagram.

 

T (Test)

soal cerita test penyelesaian

pixabay.com

 

Langkah terakhir, test adalah pemeriksaan kembali hasil penyelesaian untuk mengechek kebenaran jawaban dari suatu persoalan. Dengan mensubtitusikan jawaban kedalam model matematika dapat di periksa kebenaran dari jawaban yang sesuai dengan persoalan.

soal cerita found jawaban

pixabay.com

 

Langkah ini juga sangat penting untuk meyakinkan jawaban kita. Dengan mengechek bahwa jawaban sudah sesuai dengan persoalan, kita akan yakin bahwa hasil yang kita kerjakan sudah benar.

Metode pembelajaran PQRST tersebut adalah metode kerangka berfikir penyelesaian soal cerita. Dan aplikasi dari metode ini dapat diterapkan dengan soal-soal cerita matematika pada materi lain bahkan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari.

 

Indikator Tingkat Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita

soal cerita indikator

pixabay.com

Indikator adalah variabel yang bisa membantu kita dalam kegiatan pengukuran berbagai macam perubahan yang terjadi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Indikator digunakan untuk mengukur perubahan sesuatu dari satu waktu kewaktu lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan. Di dunia pendidikan, indikator merupakan tanda atau ciri yang menunjukkan siswa telah mampu memenuhi standar kompetensi yang diterapkan.

Zuhri menentukan beberapa indikator untuk menelusuri masing-masing proses berpikir sebagai berikut:

  1. Proses berpikir konseptual: mampu mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal dengan kalimat sendiri, dalam menjawab cenderung menggunakan konsep yang sudah dipelajari, dan mampu menyebutkan unsur-unsur konsep diselesaikan.
  2. Proses berpikir semi koseptual: kurang dapat mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal dengan kalimat sendiri, kurang mampu mengungkapkan dengan kalimat sendiri yang ditanya dalam soal, dalam menjawab cenderung menggunakan konsep yang sudah dipelajari walaupun tidak lengkap, tidak sepenuhnya mampu menjelaskan langkah yang ditempuh.
  3. Proses berpikir komputasional: tidak dapat mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal dengan kalimat sendiri, tidak mampu mengungkapkan dengan kalimat sendiri yang ditanya dalam soal, dalam menjawab cenderung lepas dari konsep yang sudah dipelajari, tidak mampu menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh.

Prosedur pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita dianalisis dan dihubungkan dengan indikator-indikator proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita.

Indikator yang terpenuhi dalam prosedur pemecahan masalah yang dilakukan siswa tersebut merupakan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Indikator kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Tabel Indikator Tingkat Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita

 

Tingkat

Indikator

1

  • Siswa tidak mengerjakan soal atau
  • Siswa tidak dapat memahami soal cerita yang ditunjukkan dengan tidak dapat menjelaskan yang diketahui, yang ditanyakan.
  • Siswa tidak menggunakan strategi atau cara yang benar dalam menyelesaikan soal cerita.
  • Siswa tidak memeriksa kembali jawabannya.

2

  • Siswa dapat memahami soal cerita yang ditunjukkan dengan dapat menjelaskan yang diketahui dan yang ditanyakan.
  • Siswa menggunakan strategi atau cara yang benar dalam menyelesaikan soal cerita.
  • Siswa mengerjakan dan terdapat sebagian perhitungan yang salah.
  • Siswa tidak memeriksa kembali jawabannya.

3

  • Siswa dapat memahami soal cerita yang ditunjukkan dengan dapat menjelaskan yang diketahui dan yang ditanyakan.
  • Siswa menggunakan strategi atau cara yang tepat dalam menyelesaikan soal cerita.
  • Siswa melaksanakan strategi atau cara yang benar dalam menyelesaikan soal cerita.
  • Siswa memeriksa kembali jawabannya dengan benar.

 

 Faktor-Faktor Penyebab Kesalahan Penyelesaian Soal Cerita

penyebab kesalahan soal cerita

pixabay.com

 

Kesalahan dalam penyelesaian soal cerita tidak dapat dipisahkan atau terkait erat dengan faktor-faktor penyebabnya. Menyangkut faktor-faktor penyebab kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita, yang di klasifikasikan menjadi empat keterampilan.

Keempat keterampilan tersebut adalah

  1. keterampilan linguistik (yang berhubungan dengan mengerti istilah matematika dan mengubah masalah tertulis menjadi simbol matematika),
  2. Keterampilan perseptual (kemampuan mengenali, mengerti simbol dan mengurutkan kelompok angka),
  3. Keterampilan matematika (penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian),
  4. Keterampilan atensional (menyalin angka dengan mengenal dan mengamati simbol operasional dengan benar).

Bertolak dari pandangan di atas, dilihat dari kenyataan yang ditemui dalam proses pembelajaran soal cerita umumnya faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dalam belajar dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Kurangnya penguasaan bahasa sehingga menyebabkan siswa kurang paham terhadap permintaan jawaban yang diharapkan dalam penyelesaian soal.
  2. Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi prasyarat baik yang berkaitan dengan sifat, rumus, maupun dalam prosedur pengerjaan.
  3. Kebiasaan siswa dalam mengerjakan soal cerita, misalnya tidak menguji kembali kebenaran jawaban yang diberikan atau mensubstitusikan kembali jawaban yang mereka peroleh kedalam kalimat matematika sebagai jawaban dari permasalahan.
  4. Kurangnya minat terhadap pelajaran matematika atau ketidak seriusan siswa dalam mengikuti pelajaran.
  5. Lupa rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal.
  6. Salah memasukkan data. Sampai saat ini masih banyak siswa yang tidak paham apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal yang diberikan.
memilih rumus soal cerita

pixabay.com

Jenis kesalahan siswa mengerjakan soal cerita biasanya berkaitan dengan objek materi yaitu konsep, operasi dan prinsip, diantaranya:

  1. Indikator kesalahan konsep

Misalnya dalam matematika, kesalahan konsep meliputi kesalahan dalam memahami makna soal, salah menerjemahkan soal kedalam model matematika. Kesalahan konsep variabel yang digunakan dan kesalahan metode eliminasi dan substitusi.

  1. Indikator kesalahan prinsip.

Yaitu kesalahan dalam menggunakan aturan-aturan atau rumus-rumus yang terkait dengan materi, seperti salah dalam penarikan kesimpulan dalam menentukan jawaban akhir soal.

  1. Indikator kesalahan operasi

Yaitu kesalahan dalam mengoperasikan langkah-langkah jawaban atau salah melakuan perhitungan. Indikatornya, siswa tidak bisa menggunakan operasi atau perhitungan dengan benar.

 

 

 

 

 

Add Comment