Proses Terjadinya Manusia Berdasarkan Perspektif Saintifik Dan Al-Qur’an

Proses Terjadinya Manusia. Dari zaman ke zaman, salah satu tujuan setiap perkawinan bagi muda-mudi adalah tetap, yaitu untuk memperoleh keturunan, sedang bagi ayah dan ibu untuk memperoleh cucu.

Dalam  konteks ini, Louis Pasteur menegaskan bahwa makhluk hidup hanya bisa berasal dari mahkluk hidup (omne vivum ex vivo) dan bukan dari benda mati. Oleh karena itu, adanya makhluk hidup dan proses terjadinya manusia adalah hasil dari reproduksi.

penjelasan Proses Terjadinya Manusia

pixabay.com

Semua makhluk hidup akan bereproduksi atau merupakan hasil reproduksi untuk mempertahankan keberadaan jenisnya di dunia ini. Reproduksi ini dilakukan dengan berbagai macam cara, cloning dan  sexual.

Proses reproduksi merupakan suatu  masalah  yang  selalu dibahas  manusia. Pada  abad pertengahan dan sampai periode yang lama, mitos dan khayal mulai muncul mengenai  proses reproduksi manusia.

Hal  tersebut  memang wajar, karena untuk memahami mekanisme reproduksi yang kompleks, orang harus tahu anatomi,  harus  menemukan mikroskop  dan  harus  ada ilmu-ilmu fundamental yang menjadi sumber  fisiologi, embriologi, obstetrik   dan lain-lain.

Empat belas abad yang lalu Alquran telah menerangkan bahwa pada manusia terjadi sebuah perkawinan atau sebuah proses reproduksi. Sesuatu yang paling penting untuk diingat dalam kaitan ini bahwa Allah adalah maha pengendali dari proses terjadinya manusia (reproduksi) yang amat menarik dan menakjubkan dalam alam manusia.

Alquran menyebutkan  mekanisme yang tepat dan menyebutkan tahap-tahap yang rinci dalam proses terjadinya manusia. Semuanya  diterangkan  dalam Alquran serta sangat sesuai dengan hal-hal yang  ditemukan  Sains  pada  kemudian hari.

A. Proses Terjadinya Manusia Berdasarkan Saintifik

Proses terjadinya manusia berdasarkan ilmu sains yaitu dimulai dari bertemunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, yaitu masuknya sel gamet jantan (sperma) kedalam sel telur betina dan mengalami proses pembuahan.

1. Proses Pembentukan Sperma (gamet jantan)

Proses pembentukan sperma atau gamet jantan tentu saja terjadi pada pada organ reproduksi laki-laki. Sebelum negetahui prosesnya, alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa saja organ reproduksi laki-laki.

Baca : Organ Reproduksi Laki-laki

Tidak berbeda dengan pembentukan gamet pada mamalia, spermatozoa manusia di bentuk di dalam testis yang terletak di kantung pelir (skrotum). Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis.

Proses Terjadinya Manusia sel gamet Sperma

discovery.lifemapsc.com

Di dalam testis terdapat banyak saluran halus, yaitu tubulus seminiferus. Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Pada jaringan pitelium terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium dan sel sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa.

Selain itu, di jaringan ikat terdapat sekelompok sel yang juga penting fungsinya di dalam proses spermatogenesis, yaitu sel leydig berfungsi membentuk testosteron.

Spermatogonium membelah secara mitosis dan menghasilkan lebih banyak spermatogonium. Beberapa spermatogonium melanjutkan membelah sedangkan setengah darinya membesar dan berkembang menjadi spermatosit primer.

Sel-sel spermatosit primer ini melakukan meiosis dua kali. Meosis yang pertama menghasilkan dua spermatosit skunder. Pada meiosis kedua, dua spermatosit sekunder membelah menghasilkan empat spermatid. Kemudian spermatid berdiferensiasi menjadi sperma masak yang memiliki kepala, bagian tengah, dan flagela.

Sel sertoli berfungsi memberi makanan atau nutrisi kepada sperma selama berada di tubuli seminifera. Sel sperma yang berada di tubuli seminiferi masih belum masak (matur).

Sel spermatozoa mengalami pemasakan (maturasi) di epididimis bagian cauda dan siap untuk diejakulasikan atau dipancarkan saat hubungan seksual.

Telah disebut di depan sel merupakan kesatuan perkembangan dan pertumbuhan, sel dapat tumbuh dan berkembang biak. Inti sel tubuh manusia mengandung 46 buah kromosom, terdiri dari 44 (= 22 pasang) autosom (=1 pasang) kromosom kelamin.

Selama mitosis, beberapa mikrotubulus spindel berikatan dengan kromosom terduplikasi. Mikrotubulus dari kutub yang satu berhubungan dengan satu kromatid pada tiap kromosom. Mikrotubulus dari kutub lainya berhubungan dengan pasangan kromatidnya.

2. Proses Pembentukan Sel Telur

Jika proses pembentukan sel gamet terjadi pada organ reproduksi laki-laki, sebaliknya sel telur terbentuk didalam organ reproduksi perempuan (betina). Organ reporduksi wanita diantaranya labia mayora, klitoris, himen atau selaput dara ,vagina, ovarium, oviduk, rahim

Baca : Organ Reproduksi Pada Perempuan

Sel telur manusia difertilisasi dalam tuba falopi perempuan. Pembelahan-pembelahan awal berlangsung lambat dan menghasilkan blastomer-blastomer berukuran serupa.

Proses Terjadinya Manusia indung TELUR

forum.detik.com

Blastomer-blastomer tersebut dapat berpisah sehingga terbentuk lebih dari satu embrio. Setelah lima hari dari fertilisasi, terbentuk tahapan blastula yang dikenal sebagai blastosista (blastocyst).

Proses Terjadinya Manusia blastomer

atlas.eshre.eu

Hingga akhir abad ke-18 masih banyak orang-orang yang mempercayai bahwa tubuh manusia yang teramat sangat kecil tercipta sepenuhnya dari darah haid. Setelah ditemukan adanya sel telur (ovum) perempuan, mereka berpendapat bahea manusia sepenuhnya tercipta di dalam sel telur seperti anak ayam yang tercipta di dalam telurnya.

Akan tetapi setelah diketemukannya spermatozoa, mereka pun berubah pendapat, bahwa janin sepenuhnya tercipta di kepala spermatozoa itu, meskipun ia teramat kecil.

Perdebatan antara pendukung pendapat-pendapat yang salah ini baru berakhir pada akhir abad ke-18, ketika terungkap peran penting masing-masing sel telur dan spermatozoa dalam proses pembentukan sel telur yang dibuahi yang menjadi tempat tumbuhnya embrio.

Tempat yang kokoh dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio adalah organ reproduksi wanita yaitu didalam rahim oleh serviks (leher rahim). Untuk mengetahui bagiaman prosesnya dan apa saja bagian-bagian rahim.

Baca: Organ Reproduksi Rahim (Uterus)

Pada abad ke-20 para pakar embriologi berhasil membuktian bahwa di antara jutaan sperma laki-laki (spermatozoa) yang keluar dalam waktu yang sama (dalam satu partikel) tidak semuanya dapat mencapai dinding rahim ( follopian tube), melainkan hanya intisarinya saja yang berjumlah tidak lebih dari 500.

Dan hanya satu di antara kelima ratus spermatozoa ini yang menembus ovum (sel telur perempuan). Lalu terjadilah pembuahan ovum dan terbentuklah apa yang disebut Allah dalam Alquran dengan bahasa nuthfah ams yaj (sperma yang bercampur).

Proses Terjadinya Manusia pembuahan

nakita.grid.id

Sel telur merupakan sel yang mempunyai perkembangan terbatas, tetapi mampu menghasilkan banyak sel dengan tahap perkembangan yang berbeda-beda. Pada dasarnya sel telur merupakan sel yang belum terdiferensiasi, namun demikian sel telur mempunyai sifat-sifat khas yang berfungsi untuk menciptakan individu baru.

Sifat-sifat khas tersebut diantaranya terlihat pada ukuran dan selubung luar (matriks ekstreseluler) merupakan lapisan pelindung yang disebut zona pelusida. Zona pelusida berperan dalam melindungi sel telur terhadap gangguan mekanik serta sebagai sawar yang hanya memperkenankan sperma dari spesies yang sama untuk memasukinya.

Proses pembentukan sel telur secara detail disebut oogenesis. Di dalam embrio perempuan yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan terdapat kurang lebih 1700 sel benih primordial.

Sel benih (oogenium) tersebut menggandakan diri selama beberapa bulan sehingga menghasilkan 7 juta sel. Pada tahap ini pembelahan terus berlanjut untuk menghasilkan oosit primer.

Tidak semua oosit berhasil untuk tumbuh dan berkembang menjadi oosit primer tetapi ada yang mengalami kegagalan sehingga menjadi usang dan mati di dalam ovarium (folikel atresia) yang sering diebut keguguran.

B. Proses Terjadinya Manusia Dalam Al-Quran

Al-qur’an sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia tidak hanya menjelaskan tentang ketauhidan saja, akan tetapi didalamnya terdapat isyarat ilmiah. Allah mengatur alam semesta ini beserta isinya baik itu tumbuhan, hewan bahkan manusia dijelaskan setiap proses kejadiannya.

B.Proses Terjadinya Manusia berdasarkan Al-Qur’an

shutterlock.com

Tahapan reproduksi atau proses terjadinya manusia secara umum dibagi menjadi tiga proses selaras dengan firman Allah dalam surat al-Infitar yaitu: Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.

Dapat di klasifikasikan sebagai berikut: (1) proses menciptakan, (2) proses penyempurnaan, (3) proses penyeimbangan. Reproduksi manusia dalam Alquran dijelaskan dengan Tahapan sebagai berikut:

1. Proses Terjadinya Manusia Pada Tahapan Penciptaan

Dalam tafsir al-Misbah surat an-Nahl ayat 4 dijelaskan, karena tidak seorang pun menyaksikan penciptaan langit, Allah melanjutkan pesan-Nya dengan menyebut penciptaan manusia, yang dapat mereka saksikan, bahkan selaku ayah dan ibu mereka memiliki keterlibatan dalam penciptaannya dan mereka semua merasakan kehadiran makhluk sesamanya itu di pentas bumi ini.

Proses Terjadinya Manusia tahap penciptaannya

islamagz.wordpress.com

Semuanya itu diciptakan-Nya dengan haq, yakni dengan cara dan dengan tujuan yang hak. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan, baik dalam ibadah maupun dalam sifat, Zat dan perbuatan-Nya.

Dalam tafsir al-Misbah surat al-Mu’minun 13-14 dijelaskan, Thahir Ibn ‘Asyur , walaupun membuka kemungkinan memahami kata al-insan dalam arti Adam, cenderung berpendapat bahwa al-insan yang dimaksud adalah putra-putri Adam as.

Sari pati dari tanah itu menurutnya adalah apa yang diproduksi oleh pencernaan dari bahan makanan yang kemudian menjadi darah, yang kemudian berproses hingga akhirnya menjadi sperma ketika terjadi hubungan seks.

Nah, inilah yang dimaksud dengan sari pati tanah karena ia berasal dari makanan manusia baik tumbuhan maupu hewan yang bersumber dari tanah.

Kata (سلالة) sulalah terambil dari kata (سلّ) salla yang antara lain berarti mengambil, mencabut. Patron kata ini mengandung makna sedikit sehingga kata sulalah berarti mengambil sedikit dari tanah dan yang diambil itu bersumber dari tanah.

Kata (نطفة) nuthfah dalam bahasa Arab berarti setetes yang dapat membasahi. Kata ini menyangkut proses kejadian manusia sejalan dengan penemuan ilmiah yang menginformasikan bahwa pancaran mani yang menyembur dari alat kelamin pria mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia, sedang yang berhasil bertemu dengan indung telur wanita hanya satu saja.

Proses Terjadinya Manusia dari nutfah

nakita.grid.id

Kata (علقة) ‘alaqah terambil dari kata (علق) ’alaqa. Dalam kamus-kamus bahasa, kata itu diartikan dengan a) segumpal darah yang membeku, b) sesuatu yang seperti cacing, berwarna hitam, terdapat dalam air, bila air itu diminum, cacing tersebut nyangkut di kerongkongan, c) sesuatu yang bergantung atau berdempet.

Dahulu, kata tersebut dipahami dalam arti segumpal darah, tetapi setelah kemajuan ilmu pengetahuan serta maraknya penelitian, para embriolog enggan menafsirkannya dalam arti tersebut.

Mereka lebih cendrung memahaminya dalam sesuatu yang bergantung atau berdempet dididing rahim. Menurut mereka, setelah terjadi pembuahan (nuthfah yang berada didalam rahim itu), terjadi proses dimana hasil pembuahan itu menghasilkan zat baru.

Zat baru itu kemudian terbelah menjadi dua, lalu yang dua menjadi empat, empat menjadi delapan, demikian seterusnya berkelipatan dua, dan dalam proses itu, ia bergerak menuju dinding rahim dan akhirnya bergantung atau berdempet di sana.

Nah, inilah yang dinamai ‘alaqah oleh Alquran. Dalam periode ini kata pakar embriologi sama sekali belum ditemukan unsur-unsur darah dan, karena itu, tidak tepat menurut mereka mengertikan ‘alaqah atau ‘alaq dalam arti segumpal darah.

Kata (مضغة) mudhghah terambil dari kata (مضغ) mudhagha yang berarti mengunyah. Mudhaghah adalah sesuatu yang kadarnya kecil sehingga dapat dikunyah.

Kata (كسونا) kasauna terambil dari kata (كسى) kasa yang berarti membungkus. Daging diibaratkan pakaian yang membungkus tulang.

Sayyid Quthub menulis bahwa seseorang tercengang dan kagum apa yang diungkap Alquran menyangkut hakikat pembentukan janin yang tidak diketahui secara teliti setelah kemajuan yang dicapai oleh embriologi.

proses terjadinya manusia dari embriologi

pixabay.com

Kekaguman itu lahir antara lain setelah terbukti bahwa sel-sel tulang tercipta sebelum sel-sel daging, dan juga setelah terdeteksi adanya satu sel daging sebelum terlihat sel-sel tulang, persis seperti yang diinformasikan ayat diatas: lalu kami ciptakan mudhghah itu tulang belulang, lalu kami bungkus tulang belulang itu dengan daging. Maha suci Allah yang maha mengetahui yang umum dan yang terperinci.

Ayat diatas mengunakan beberapa kata yang berbeda dalam menjelaskan proses kejadian manusia. Yakni kata (خلق) khalaqa, ( جعل) ja’ala, dan (أنشأ) ansya’a.

Kata khalaqa, yang dari segi bahasa biasa diterjemahkan mencipta atau mengukur, biasanya digunakan untuk menunjuk pencipta baik dari bahan yang telah ada sebelumnya maupun belum ada.

Sedang, kata ja’ala/menjadikan digunakan untuk menunjuk beralihnya sesuatu ke sesuatu yang lain, dan ini berarti bahannya telah ada. Dari sini, biasanya kata khalaqa hanya membutuhkan satu objek, berbeda dengan ja’ala.

Di sisi lain, diperoleh kesan dari penggunaan Alquran terhadap kata khalaqa bahwa ia menekankan sisi kehebatan ciptaan Allah, sedangkan kata ja’ala menekankan manfaat yang diperoleh dari saesuatu yang dijadikan itu.

Perlu dicatat bahwa bahasa Arab sebagai mana halnya Alquran biasa menggunakan kata khalaqa/mencipta dalam arti ja’la/menjadikan atau sebaliknya. Karena, untuk memahami apa yang dimaksud perlu diperhatikan objeknya.

Jika kata ja’ala menggunakan hanya satu objek, ia berarti khalaqa/mencipta dan bila khalaqa menggunakan dua objek seperti pada firmannya pada ayat 14 di atas (خلقنا النّطفة علقة) khalaqna an-nuthfata ‘alaqatan dan seterusnya berarti ia menjadikan. Namun, karena dia menggunakan kata khalaqa, tekanan di sini adalah pada kehebatan Allah dan ciptaan-Nya itu.

Kata (أنشأا) ansya’a mengandung makna mewujudkan sesuatu serta memelihar dan mendidiknya. Pengunaan kata tersebut dalam penjelasan proses terakhir dari kejadian manusia mengisyaratkan bahwa proses  terakhir itu benar-benar berbeda sepenuhnya dengan sifat, ciri, dan keadaanya dengan apa yang ditemukan dalam proses sebelumnya.

Memang, antara nuthfah dan ‘alaqah, misalnya, juga berbeda. Namun, perbedaan itu boleh jadi warna. Katakanlah nuthfah itu cair dan berwarna putih kekuning-kuningan yang tidak dapat hidup atau berdiri sendiri, yang berbeda dengan apa yang yang terjadi sesudah proses ansya’a.

Disini yang muncul adalah seorang manusia yang memiliki ruh, sifat kemanusiaan, potensi untuk berpengetahuan, mengarungi kedalaman samudra atau serta menjelajahi angkasa luar. Hal mana tercapai karena Allah mewujudkannya sambil memelihara dan mendidiknya.

Proses Terjadinya Manusia memiliki potensi

lamda45.wordpress.com

Mengikut Imam Qurtubi, di dalam al-Jamik Li Ahkamil Quran, nuthfah bermaksud, “Air mani”. Ia dinamakan nuthfah disebabkan jumlahnya sedikit. Karena air mani ialah sperma yang bercampur dengan cairan yang dikeluarkan oleh alat kelamin laki-laki, nuthfah dengan jumlah yang sedikit bisa dikatakan sperma.

2. Proses Terjadinya Manusia Pada Tahapan Penyempurnaan

Dalam tafsir Al-Misbah surat Al-sajadah ayat 8 dijelaskan, kata (سوّه) sawwahu atau menyempurnakannya mengisyaratkan proses lebih lanjut dari kejadian manusia setelah terbentuk organ-organya.

Proses Terjadinya Manusia tahap penyempurnaan

pixabay.com

Ini serupa dengan ahsan taqwim. Disebut dalam QS. al-Infitar [82]: 7 disebut tiga proses tiga pokok penciptaan: dia yang telah menciptaka kamu lalu menyempurnakan kejadianmu lalu menjadikanmu seimbang.

Tahap pertama mengisyaratkan pembentukan organ-organ tubuh secara umum. Tahap kedua penghalusan dan penyempurnaan organ-organ itu, dan tahap ketiga adalah tahapan peniupan ruh Ilahi yang menjadikan manusia memiliki potensi untuk tampil seimbang, memiliki kecenderungan kepada keadilan atau dalam istilah surah al-infithar di atas (عدلك).

Proses Terjadinya Manusia diberi ruh

pixabay.com

Dalam tafsir al-Azhar surat al-Qiyamah ayat 38 dijelaskan, “lalu dia sempurnakan” (ujung ayat 38). Ketika perempuan sedang hamil dalam masa dua kali empat puluh hari, di kala ‘alaqah akan menjelma menjadi mudhghah, lalu dia keguguran, masih jelas kita lihat segumpal daging yang baru akan diberi bentun, tetapi belum jelas benar bentuknya.

Tetapi kalau dia keguguran kandungan dalam masa masuk lima bulan, kita mulai melihat bentuk lengkap. Dalam kandungan antara tujuh delapan bulan adalah masa penyempurnaan. Sampai kepada ruas jari kaki dan tangan, siku-siku, ruas lutut, leher, lidah dan mata sampai sehalus-halusnya.

Setelah sampai sembilan bulan lebih sepuluh hari, karena kejadianya telah sempurna sebagai seorang insan, diapun lahirlah ke dunia. Mulai lahir dia sudah menangis, menandakan hidup.

3. Proses Terjadinya Manusia Pada Tahapan Penyeimbangan

Dalam tafsir al-Misbah surat al-Infitar ayat 7 dijelaskan, dengan melengkapi aneka anggota badan dan potensi dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang. Dia Mahakuasa sehingga dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki. Dia menyeusun menjadikan tubuh dan penampilanmu.

Proses Terjadinya Manusia tahap penyeimbangan

pixabay.com

Dalam tafsir al-Azhar surat al-Infithar ayat 7 dijelaskan, “lalu menjadikanmu seimbang” . Bentuk tubuh manusia benar-benar dijadikan Allah seimbang.

Sehingga dengan mengukur jejak kaki saja pun orang dapat menaksir berapa luas muka, berapa panjang tangan, berapa besar kepala dan berapa pula panjang tungai kaki. Karena besar badan, tingginya, luas bahunya dan seluruh badan manusia adalah seimbang.

 

 

Add Comment