Model Pembelajaran Problem Based Learning

Problem Based Learning. Sebelum membahas apa itu model pembelajaran berbasis masalah, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian belajar dan pembelajaran. Belajar dan pembelajaran adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan.

Model Pembelajaran Problem Based Learning belajar disekolah

pixabay.com

Belajar Dan Pembelajaran

Keterkaitan antara belajar dan pembelajaran merupakan sebuah sistem, dimana dalam proses pembelajaran terjadi kegiatan belajar. Proses belajar dan pembelajaran memerlukan input dasar yang merupakan bahan pengalaman belajar agar berubah menjadi output yang berkompetensi.

  • Pengertian Belajar

Belajar merupakan kegiatan setiap orang. Pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembang disebabkan belajar. Seseorang dikatakan telah belajar apabila telah terjadi perubahan tingkah laku tertentu.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Menurut Henry, belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu.

Berdasarkan uraian di atas, belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seorang individu untuk menghasilkan suatu perubahan yang mencakup seluruh aspek tingkah laku yang dapat diamati, bersifat kontiniu yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama.

  • Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

problem based learning pembelajaran dikelas

pixabay.com

Pembelajaran dirumuskan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Arief S. Sadiman (1996) menyatakan: “Kata pembelajaran sengaja dipakai dari padanan kata Instruction yang lebih luas pengertiannya dari pengajaran. Pemahaman terhadap pengajaran adalah dalam konteks guru-murid dalam ruang kelas formal.

Pembelajaran atau instruksional adalah mencakup kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri guru secara fisik. Sehingga dalam instruksional  yang disebut pembelajaran adalah untuk memanipulasi sumber belajar, media pembelajaran, metode dan lain sebagainya.

Tujuan ini semuanya adalah agar terciptanya proses belajar dalam diri siswa peserta didik walaupun tidak setiap saat dihadiri gurunya. Prinsip dan tujuan utama ini hendaknya dapat dipahami guru.

Bukan berarti terjadinya perbuatan belajar bagi anak didik, adalah semata-mata ditentukan oleh tugas mengajar guru. Akan tetapi guru adalah membantu mempermudah belajarnya siswa bukan sebaliknya penentu segala sesuatunya dalam belajarnya siswa.

Kata pembelajaran merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa atau kegiatan dosen dan mahasiswa.

Pembelajaran adalah suatu bentuk formal kegiatan guru berupa penyampaian ilmu dan penciptaan situasi belajar bagi siswa dalam proses pembelajaran agar proses berpikir siswa meningkat sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan baik.

Dalam pembelajaran segala kegiatan berpengaruh langsung terhadap proses belajar siswa, ada interaksi siswa yang tidak dibatasi oleh kehadiran guru secara fisik lahiriah, akan tetapi siswa dapat berinteraksi dan belajar melalaui media cetak, elektronik, media kaca dan televise, serta radio.

Pasal 1 butir 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas, pembelajarn adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Ada terkandung lima komponen pembelajaran yaitu: interaksi, peserta didik, pendidik, sumber belajar, dan lingkungan belajar.interaksi mengandung arti hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang paling utama. Interaksi antara peserta didik, sumber belajar, dan lingkungan sekitardapat pula terjadi dalam upaya meningkatkanpengalaman belajar.

Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemamuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup untuk manusia.

 

Pengertian Model Pembelajaran

model pembelajaran problem based learning

pixabay.com

Sumantri  mendefenisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.

Arends memiliki pendapat sendiri mengenai model pembelajaran. Ia menyatakan “The term teaching model refers to a particular approach to intruktion that includes its goals, syntax, environment, and management system”.

Istilah model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaksnya, lingkungannya dan sistem pengelolaannya.

Dalam kegiatan belajar mengajar dan menyampaikan sesuatu terutama ilmu pengetahuan haruslah memperhatikan model pembelajaran sebagai perantara untuk penyampaian pelajaran agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Model pembelajaran mengarah pada suatu cara yang ditempuh guru agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan siswa. Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan gaya belajar peserta didik dan gaya mengajar guru.

Guru harus mampu mendesign dan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tema dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik, serta sesuai dengan keadaan sumber belajar dan daya dukunh yang dimiliki oleh guru atau sekolah.

Jadi, model pembelajaran dapat membantu guru menentukan apa yang harus dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan. Guru sebagai tenaga pendidik memerlukan cara penyampaian yang tepat agar siswa termotivasi dalam belajar.

 

Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Masalah merupakan hal yang biasa dalam kehidupan setiap orang dan siapapun pasti pernah mengalaminya. Tetapi kita harus yakin bahwa setiap masalah itu lahir beserta solusi atau cara menyelesaikannya.

model pembelajaran problem based learning

pixabay.com

Ketika masalah datang, tidak ada jalan lain selain menghadapinya. Maka yang harus kita lakukan adalah memahami akar permasalahan untuk kemudian mencari solusi terbaik agar masalah tersebut selesai dan tidak berlarut-larut.

Dalam dunia pendidikan, salah satu masalah yang dihadapi oleh subjek pendidikan terutama guru adalah mengenai model pembelajaran yang ia terapkan dalam proses belajar mengajar. Tidak semua materi bisa diajarkan dengan model pembelajran yang sama.

materi pembelajaran problem based learning

pixabay.com

Berhubungan dengan hal itu, model pembelajaran Problem Based Learning atau model pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang bisa diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran.

Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk peserta didik belajar berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan.

Problem Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik memecahkan masalah.

Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata.

Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah autentik dari kehidupan aktual siswa.

problem based learning dalam kehidupan

pixabay.com

Problem Based Learning merupakan suasana pembelajaran yang diarahkan oleh suatu permasalahan sehari-hari, untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, dan demokratis.

Model pembelajaran Problem Based Learning mampu menciptakan  kondisi belajar aktif kepada siswa. Fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga model ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut.

Secara umum model ini dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa atau juga di berikan oleh pengajar. Siswa memusatkan pembelajaran disekitar masalah tersebut.

penyelesaian problem based learning

pixabay.com

Siswa dituntut untuk belajar  mandiri, artinya ket ika siswa belajar maka siswa dapat memilih strategi yang sesuai. Keterampilan menggunakan strategi tersebut untuk belajar dan mampu mengontrol proses belajarnya, serta  termotivasi untuk menyelesaikan belajarnya.

Model pembelajaran ini mampu membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah dan keterampilan intelektual sehingga upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dapat dilaksanakan.

 

Karakteristik Problem Based Learning (PBL)

Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik model pembelajaran problem based learning yang membedakan model PBL dengan model lainnya. Karakteristik pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut :

  1. Permasalahan menjadi starting point dalam belajar. Masalah bisa berasal dari siswa atau diberikan oleh guru.
  2. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur.
  3. Permasalahan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective), hal ini juga akan meningkatkan diskusi diantara peserta didik.
  4. Permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar.
  5. Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial.
  6. Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif.
  7. Pengembangan keterampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan.
  8. Keterbukaan proses dalam Problem Based Learning meliputi sintesis dan integrative dari sebuah proses belajar.
  9. Problem Based Learning melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar.

 

Langkah-Langkah Problem Based Learning (PBL)

Sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning  didalam kelas, maka pendidik harus tahu dan menguasai apa saja langkah-langkah PBL. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Secara umum, langkah-langkah model pembelajaran Problem Based Learning dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel  Langkah-Langkah Atau Sintaks Problem Based Learning (PBL)

Fase

Aktifitas guru

Mengorientasi siswa/mahasisa pada masalah Menjelaskan tujuan pembelajaran, logistic yang diperlukan, memotivasi mahasiswa terlibat aktif pada aktifitas pemecahan masalah yang dipilih
Mengorganisasikan siswa/mahasiswa untuk belajar Membantu mahasiswa membatasi dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan maslah yang dihadapi
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok Mendorong siswa/mahasiswa mengumpulkan informasi yang sesuai,melaksanakan eksperimen, dan mencari untuk penjelasan dan pemecahan
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Membantu siswa/mahasiswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model, dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Membantusiswa/mahasiswa melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses-proses yang digunakan selama berlangsungnya pemecahan masalah

 

Dalam sumber lain, pembelajaran Problem Based Learning terdapat proses yang sering disebut dengan proses 7 langkah yaitu :

  1. Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas.

Pada proses ini pendidik memastikan bahwa siswa memahami berbagai istilah dan konsep yang ada dalam masalah. Siswa berangkat dari cara pandang yang sama atas istilah-istilah dan konsep tersebut.

  1. Merumuskan masalah.

Pada tahap ini, siswa mencari hubungan-hubungan yang terjadi pada fenomena yang ada dalam masalah.

  1. Menganalisis masalah.

Peserta didik mengemukakan pengetahuannya yang dimilikinya terkait masalah yang diberikan. Kemudian terjadi diskusi yang membahas informasi yang ada dalam masalah dan informasi yang ada pada pengetahuan siswa.

analisis problem based learning kelompok

pixabay.com

  1. Menata gagagsan secara sistematis dan menganalisis.

Setelah menganalissis, hasil analisis dilihat hubungannya satu sama lain untuk kemudian dikelompokkan, mana yang bertentangan dan mana yang menunjang dan sebagainya.

  1. Memformulasikan tujuan pembelajaran.

Peserta didik merumusan tujuan pembelajaran karena sudah di analisis pengetahuan mana yang masih kurang, dan mana yang masih belum jelas. Tujuan pembelajaran akan dihubungkan dengan analisi masalah yang sudah dibuat.

  1. Mencari informasi tambahan dari sumber lain.

sumber informasi problem based learning

pixabay.com

Peserta didik sudah tahu informasi apa yang sudah dimiliki, dan sudah punya tujuan pembelajaran, maka mereka harus mencari informasi tambahan itu, dan menemukan kemana akan ditemukannya.

  1. Menggabungkan dan menguji informasi baru dan membuat laporan.

Pada tahap akhir, siswa menggabungkan informasi yang diperolehnya kemudian menguji informasi tersebut. Setelah semua tahap sudah dilakukan, maka siswa akan membuat laporan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Learning (PBL)

Setiap model pembelajara tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk itu pendidik harus mampu memilih model mana yang sesuai dengan materi yang akan mereka ajarkan.

  • Kelebihan Problem Based Learning (PBL)

Adapun Kelebihan Problem Based Learning (PBL) diantaranya:

proyek dalam problem based learning

pixabay.com

  1. Pemecahan masalah merupakan teknik yang bagus untuk memahami isi pelajaran.
  2. Siswa akan terbiasa menghadapi masalah (problem posing) dan merasa tertantang untuk menyelesaiakan masalah, tidak hanya terkait dengan pembelajaran dalam kelas tetapi juga mengahadapi masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata. Pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
  4. Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar. Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
  5. Pembelajaran terfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi.
  6. Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok.
  7. Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan, baik dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi. Hal ini akan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  8. Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka.
  9. Mengembangkan minat siswa untuk terus belajar meskipun bukan pada pendidikan formal.
aktivitas dalam problem based learning

shutterstock.com

  • Kekurangan Problem Based Learning (PBL)

Kekurangan Problem Based Learning (PBL) diantaranya:

  • PBL tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBL lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah.
  • Dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas.
kelas dalam problem based learning

shutterstock.com

  • Ketika siswa tidak memiliki minat atau kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari bisa dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. Mereka sudah beranggapan bahwa masalah yang diberikan akan sulit dipecahkan.
  • Sering kali memerlukan biaya mahal dan waktu yang panjang, karena model ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
peralatan dalam problem based learning

pixabay.com

  • Tidak banyak guru yang mampu mengantarkan siswa kepada pemecahan masalah.
  • Tanpa pemahaman alasan mereka harus berusaha memecahkan masalah yang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka pelajari.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pera pembaca, khususnya bagi para tenaga pendidik yang ingin mengembangkan kualitas mengajarnya didalam kelas. Kita tidak akan tahu keberhasilan sebuah model pembelajarn kalau belum mencobanya.

 

Add Comment