Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Pertumbuhan Makhluk Hidup. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan prosesnya berjalan sejajar dan berdampingan. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.

artikel Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

A. Pengertian Pertumbuhan Makhluk Hidup

Pertumbuhan merupakan peristiwa perubahan ukuran (volume) pada makhluk hidup yang terjadi selama masa hidupnya sebagai dampak dari perbanyakan sel dan pembesaran ukuran (volume) sel.

Pertumbuhan  meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel.

Pengertian Pertumbuhan pada Makhluk Hidup

pixabay.com

Perbanyakan sel dan pembesaran ukuran (volume) sel tidak dapat balik (irreversible) yaitu tidak akan kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dapat diukur dengan alat ukur berat, panjang, dan jumlah yang disebut auksonometer (busur pertumbuhan).

Pertumbuhan mengakibatkan tubuh menjadi besar dan lebih berat, ukurannya bertambah baik dalam hal jumlah sel, volume, dan bobot. Pertumbuhan bersifat kuantitatif yaitu punya nilai yang dapat diukur dalam angka.

Misalnya pada pertambahan ukuran tanaman dapat diukur tinggi batang, diameter batang, maupun luas daunnya. Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terjadi peningkatan jumlah sel.
  2. Terdapat penambahan kuantitatatif individu.
  3. Terjadi perubahan fisik dan ukuran.
  4. Dapat dinyatakan dalam berat maupun ukuran panjang.
  5. Dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Pengertian Pertumbuhan Makhluk Hidup tumbuhan

pixabay.com

Contoh pertumbuhan pada pertambahan tinggi tanaman, pertambahan berat hewan dan manusia, tubuh anak-anak bertambah besar ketika menginjak remaja, dewasa hingga tua dan perubahan tubuh tersebut dapat diukur dan bisa ditimbang.

Pertumbuhan pada manusia dan hewan berbeda dengan pertumbuhan tumbuhan. Pertumbuhan manusia dan hewan  terbatas karena pada usia dewasa pertumbuhan manusia dan hewan kebutuhannya terpenuhi.

B. Pengertian Perkembangan Makhluk Hidup

Selain mengalami pertumbuhan, makhluk hidup juga mengalami perkembangan selama hidupnya. Perkembangan adalah proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan.

Proses biologis itu dapat berupa perubahan bentuk, susunan dan fungsi organ-organ tubuh menuju kedewasaan/kesempurnaan. Perkembangan bersifat kualitatif yaitu tidak dapat diukur dalam angka.

Pengertian Perkembangan Makhluk Hidup gen

pixabay.com

Perkembangan disebut juga morfogenesis. Morfogenesis berasal dari kata morpho yang artinya bentuk, dan genesis yang artinya asal. Perkembangan ditandai dengan mulai berfungsinya alat-alat perkembangbiakan.

Ciri-ciri perkembangan adalah sebagai berikut:

  1. Terjadinya peningkatan kualitatif individu.
  2. Adanya proses kedewasaan.
  3. Proses perkembangan terus terjadi sampai makhluk hidup mati.
  4. Tidak dapat dinyatakan dalam ukuran jumlah, berat, dan panjang.

Diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu merupakan bentuk perkembangan pada tingkat seluler. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah.

tanda Pengertian Perkembangan Makhluk Hidup

pixabay.com

Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa.

tanda perkembangan dan pertumbuhan Makhluk Hidup hewan

pixabay.com

Contohnya pada perubahan telur menjadi anak ayam, pohon mangga berbunga, perubahan biji menjadi kecambah. Perbedaan ukuran perubahan tersebut tidak terlalu mencolok namun terjadi perubahan besar yang tidak dapat diukur berupa perubahan bentuk.

tanda perkembangan dan pertumbuhan Makhluk Hidup binatang

pixabay.com

Contoh perkembangan yang jelas dapat dilihat dari siklus hidup kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup hingga mencapai bentuk dewasa.

metamorfosis perkembangan dan Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Kematangan organ-organ reproduksi merupakan salah satu ciri proses perkembangan yang sudah memasuki tahap akhir. Pada tumbuhan hal ini dapat diamati dengan munculnya bunga pada tumbuhan yang telah dewasa.

proses perkembangan dan pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Pada manusia kematangan organ-organ reproduksi ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder. Ciri-ciri kelamin sekumder manusia berbeda-beda sesuai jenis kelaminnya.

Ciri kelamin sekunder pria muncul jakun, muncul kumis dan janggut suara membesar. Sedangkan ciri sekunder pada wanita yaitu pinggul dan dada membesar, mengalami menstruasi, kulit menghalus.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri dan ada juga faktor dari luar diri makhluk hidup.

1. Faktor Dalam Tubuh Makhluk Hidup (Internal)

Adapun faktor internal yang mempengaruhi Perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri. Yang termasuk faktor dalam adalah faktor gen dan keadaan hormon.

Gen adalah materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya. Pengaruh gen mengarah pada ciri dan sifat makhluk hidup. Contohnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

faktor internal Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Gen menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya jika memiliki gen tumbuh yang baik.

Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.

Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon. Yang termasuk fitohormon di antaranya auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.

pengaruh hormon Pertumbuhan perkembangan Makhluk Hidup

pixabay.com

Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru. Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji.

Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tanaman melebihi tanaman normal. memacu  pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas disebabkan oleh hormon sitokinin.

Menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun merupakan peran Etilen. Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

Hormon pertumbuhan hewan diantaranya: Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis. Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang. Perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata dipengaruhi oleh Ekdison dan juvenil.

Sedangkan hormon pertumbuhan pada manusia antara lain: Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan.

Hormon pertumbuhan dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang.

Jika kekurangan hormon, pertumbuhan seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal. Jika kelebihan hormon pada masa pertumbuhan akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme).

Jika kekurangan hormon akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.

hormon Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria. Yang mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita adalah hormon estrogen atau progresteron.

2. Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut :

a. Makanan atau Nutrisi

Makanan merupakan sumber energi yang digunakan untuk aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi.

faktor makanan hormon Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air maupun yang diperoleh dari udara.

Air dan karbondioksida diubah menajdi zat makanan dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Manusia harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh ketika sedang dalam masa pertumbuhan. Zat bergizi ini diperoleh dari makanan yang kita makan.

b. Suhu

Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C.

faktor suhu Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya ketika ditanam di daerah pantai yang panas.

c. Cahaya

Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Dalam proses foto sintesis tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari. Namun, ternyata cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang tumbuhan.

faktor cahaya Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Rusaknya hormon auksin dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan. Bila kecambah disimpan ditempat gelap selama beberapa hari maka kecambah akan tumbuh lebih tinggi dan lebih cepat dari semestinya namun kecambah itu tampak lemah.

Kecambah nampak lemah dan kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan ahaya matahari untuk pembentukan vitamin D.

d. Air dan Kelembapan

Salah satu faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah air dan kelembapan merupakan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.

faktor air Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah disebut kelembapan. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan.

Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

e. Tanah

Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bagi tumbuhan. Bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara maka tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.

faktor tanah Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

D. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Sejak perkecambahan biji, kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna merupakan awal dimulainya pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

pixabay.com

Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.

1. Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal yang terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang tumbuhan bertambah panjang.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan primer

pixabay.com

2. Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder misalnya jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.

Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan keluar membentuk floem atau kulit kayu. Diameter batang dan akar bertambah besar merupakan akibat aktivitas jaringan meristem pada kambium.

Perkembangan pada tumbuhan merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian tumbuhan untuk melakukan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel misalnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi.

Pertumbuhan sekunder Tumbuhan

pixabay.com

Setelah itu membentuk jaringan pengangkut, penyokong, pelindung dan lain sebagainya. Contoh perkembangan pada tingkat organ adalah terbentuknya organ generatif yaitu berupa munculnya bunga.

E. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh, berbeda dengan tumbuhan yang terjadi hanya di daerah meristem saja. Sejak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa . merupakan awal mulainya pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

pixabay.com

1. Fase Embrionik

Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma (terjadi pembuahan/fertilisasi). Kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, yaitu pembelahan zigot, tahap morula, blastula, gastrula, dan organogenesis.

2. Fase Pasca Embrionik

Pertumbuhan pascaembrionik dimulai ketika hewan lahir atau menetas hingga dewasa. Pada sebagian  hewan, perkembangannya dapat diamati dengan jelas melalui proses metamorfosis.

fase embrio Pertumbuhan Makhluk Hidup hewan

pixabay.com

Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah katak.

Katak pada awalnya berupa berudu/kecebong yang hidup di air dan bernapas dengan insang luar tetapi kemudian berganti menjadi insang dalam, kemudian terbentuk tutup insang dan kaki belakang setelah beberapa waktu.

Setelah berumur tiga bulan, berudu mengalami metamorfosis yang ditandai terbentuknya paru-paru dan empat kaki, hilangnya insang dan ekor, lalu menjadi bentuk katak yang hidup di darat.

Berdasarkan prosesnya metamorfosis dibedakan menjadi dua :

Metamorfosis sempurna, ditandai bentuk larva dengan hewan dewasa jauh berbeda. Contoh metamorfosis sempurna pada katak dan kupu-kupu. Tahapan metamorfosis pada kupu-kupu adalah: telur → larva → pupa (kepompong) → dewasa (imago)

fase metamorfosis embrio Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola). Contohnya adalah serangga karena bentuk serangga yang baru menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga dewasa (imago). Urutan daur hidup serangga: telur → nimfa → dewasa (imago). Contoh lain misalnya pada jangkrik dan belalang.

F. Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

Di dalam rahim ibu, embrio mendapat makanan dan oksigen  melalui plasenta dan dilindungi oleh kantong amnion (ketuban). Pertumbuhan dan perkembangan manusia melalui tahap masa balita, anak anak, remaja atau masa pubersitas, dewasa, dan manula.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

pixabay.com

Pada masa pubertas, remaja laki laki memproduksi sperma dan remaja wanita mulai mengalami menstruasi. Menstruasi merupakan proses peluruhan lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah karena sel telur tidak dibuahi sel sperma.

Pertambahan tinggi badan, pertambahan berat badan, pertambahan besar lingkar kepala, dan pertambahan besar lingkar pinggang merupakan bukti adanya pertumbuhan pada manusia.

Awal proses reproduksi manusia adalah proses pembuahan yaitu pertemuan sel telur dan sel sperma. Inti sel telur dengan sel sperma akan melebur dan terbentuk sel baru yang disebut zigot.

Zigot yang terbentuk akan membelah diri menjadi 2 sel, 4, sel, 8 sel, 16 sel, dan seterusnya. Zigot berkembang menjadi embrio kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Ada 3 tahap perkembangan janin selama 9 bulan didalam rahim ibu dimana setiap tahapnya selama 3 bulan lamanya. Tiga tahap tersebut diantaranya:

1. Trisemester Pertama

Embrio berkembang menjadi janin dengan panjang kurang lebih 5,5 m pada tiga bulan pertama. Walaupun ukuran kepalanya sangat besar, janin tersebut sudah mulai berbentuk manusia. Janin mulai bisa menggerakkan tangan dan kaki pada akhir trisemester pertama.

Proses Terjadinya Manusia tahap penciptaannya

islamagz.wordpress.com

2. Trisemester Kedua

Janin sudah semakin berkembang dengan panjang kurang lebih 19 cm pada trisemester kedua. Tangan dan kaki janin juga mulai berkembang dan muka tumbuh memanjang. Detak jantung janin bisa dideteksi dan gerakannya mulai aktif pada tiga bulan kedua ini.

embrio terjadinya manusia

6erita.blogspot.co.id

3. Trisemester Ketiga

Pertumbuhan ukuran janin sangat cepat pada trisemester ketiga. Ukuran tubuh janin sudah proporsional layaknya bayi. Janin tidak lagi bergerak aktif karena ukurannya membesar. Pada umumnya bayi mencapai panjang sekitar 50 cm menjelang kelahirannya. Kepalanya juga telah mengarah kebawah rahim.

gambar Organ Reproduksi Perempuan fetus

google.com

Bayi telah memiliki organ dan sistem organ seperti orang dewasa setelah bayi itu lahir. Namun organ tersebut belum bisa difungsikan dengan baik karena belum matang. Kemudia setelah ini perkembangan akan terus berlanjut dan biasanya berhentu pada usia 18 sampai 20 tahun.

Ada 5 tahap perkembangan manusia, diantaranya:

1. Masa Balita

masa balita merupakan masa manusia mulai mengenal lingkungannya tetapi belum bisa mengerjakan apapun sendiri sehingga membutuhkan perhatian khusus dari orag tuanya. Hormon pertumbuhan meningkat secara perlahan dan bertahap.

tahap balita Pertumbuhan Makhluk Hidup manusia

pixabay,com

Pada masa ini manusia mulai manja, senang bermain, dan cenderung keras kepala. Untuk dapat berkemabng dengan baik, balita membutuhkan zat gizi yang banyak.

Bayi akan mulai belajar berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuhnya seperti mulut, kepala dan tangan ketika berusia 1 atau 2 tahun dan akan semakin matang memasuki usia anak-anak. Sekitar usia 5 tahun, perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.

2. Masa Kanak-Kanak

gigi susu mulai tanggal sementara gigi permanen mulai tumbuh pada masa kanak-kanak. Pada masa ini, anak-anak mudah menghafal, daya ingatnya kuat, tetapi juga mudah melupakan. Pada masa ini, anak-anak mulai pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.

masa balita Pertumbuhan Makhluk Hidup manusia

pixabay.com

3. Masa Remaja

Masa yang paling berpengaruh dalam diri anak adalah pada masa remaja. Manusia mulai cemas dan bingung apabila ada perubahan siklis dalam dirinya. Mereka selalu ingin mencoba hal baru.

masa remaja Pertumbuhan Makhluk Hidup manusia

pixabay.com

Perubahan bentuk fisik mulai terjadi, mulai menghasilkan hormon reproduksi, mulai berkembagnya alat kelamin, terus menghasilkan hormon pertumbuhan.

4. Dewasa

Ketika dewasa yaitu umur 18 sampai 60 tahun, daya pikir manusia sudah cepat, bersikap kritis, sudah menetapkan lingkungan yang dianggap pas, matang dan sempurnanya organ reproduksi, serta tidak lagi menghasilkan hormon pertumbuhan.

masa dewasa Pertumbuhan Makhluk Hidup manusia

pixabay.com

5. Manula

Memasuki masa manula, daya pikir manusia mulai melambat. Manusia akan lebih sensitif, rambutnya memutih, kulitnay keriput, gigi mulai tanggal dan ompong, mata muali rabun, dan mengalami monopause khusunya pada wanita.

fase manula Pertumbuhan Makhluk Hidup

pixabay.com

Ada beberapa hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, diantaranya:

  1. Hormon Tiroksin, yng dihasilkan oleh tiroid atau kelenjar gondok. Pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh dipengaruhi oleh hormon ini. Kegemukan adalah akibat jika manusia kekurangan hormon ini.
  2. Testosterone, yaitu hormon yang mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
  3. Estrogen atau progesteron, yaitu hormon yang mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
  4. Growth Hormon, yang juga disebut hormon somatotropin (STH) yaitu hormon yang dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Fungsi hormon ini adalah mengatur kecepatan pertumbuhan seseorang.

Pertumbuhan raksasa (gigantisme) yang melewati batas normal merupakan akibat jika kelebihan hormon ini. Jika kekurangan hormon ini akan menyebabkan pertumbuhan melambat bahkan berhenti atau kerdil (kretinisme). Membesarnya bagian tertentu (akromegali) merupaka akibat jika manusia memproduksi hormon ini secara berlebih saat dewasa.

Add Comment