Organ Reproduksi Pada Perempuan

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Perempuan merupakan syarat agar terjadi proses pembuahan melengkapi organ reproduksi laki-laki. Didalam Organ Reproduksi Perempuan terdapat sel telur yang akan dibuahi oleh sel kelamin jantan.

A. Organ Reproduksi Perempuan

Alat/organ reproduksi wanita terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Bagian luar alat kelamin wanita terdiri atas labia mayora yang merupakan bibir luar vagina berukuran besar tampak tebal berlapis lemak.Di dalam labia mayora terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris.

Sebelah dalam labia mayora terdapat labia minora yang merupakan lipatan kulit yang halus, tipis, dan tidak dilapisi lemak. Bawah klitoris terdapat orificium urethrae yang merupakan tempat muara saluran kencing. Di bawah saluran kencing terdapat himen atau selaput dara  yang mengelilingi lubang masuk ke vagina.

Alat kelamin wanita bagian dalam terdiri atas ovarium (indung telur), oviduk (tuba fallopii), rahim (uterus), dan vagina. Ovarium berjumlah sepasang yang terletak di rongga perut kanan dan kiri.

Organ Reproduksi pada Perempuan

rais-gaffar-046.blogspot.co.id

Produksi telur terjadi dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat folikel-folikel yang tiap folikel terdapat satu sel telur. Folikel ini berfungsi menyediakan nutrisi dan melindungi perkembangan sel telur.

Oviduk adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus) berjumlah sepasang. Ujung oviduk berbentuk corong berjumbai-jumbai (fimbriae) yang berfungsi menangkap ovum.

Setelah ovum ditangkap oleh fimbriae, kemudian diangkut oleh tuba fallopii (bagian oviduk yang menyempit) menuju uterus. Uterus merupakan ruangan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Bagian bawah uterus menyempit disebut serviks uteri, sedangkan bagian tengah yang berukuran lebar disebut corpus uteri (badan rahim). Uterus tersusun atas tiga lapisan, yaitu  perimetrium, miometrium, dan endometrium.

Endometrium menghasilkan banyak lendir dan mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan inilah yang mengalami penebalan dan akan mengelupas setiap bulannya apabila tidak ada implantasi zigot di dalam uterus.

Vagina merupakan sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Dinding vagina lebih tipis dari dinding uterus dan lebih banyak terdapat lipatan-lipatan.

Keadaan ini bermanfaat untuk mempermudah jalannya kelahiran bayi. Di dalam vagina terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina serta kelenjar bartholini.

 B. Menstruasi Dan Monopause

Sejak pertama mendapat menstruasi (menarche) yang erjadi antara usia 9-14 tahun organ reproduksi aktif bekerja hingga wanita tersebut berhenti menstruasi (menopause) yang terjadi antara usia 46-54 tahun.

monopause

mymenopausetransformation.com

Fisiologi reproduksi betina tidak hanya untuk menghasilkan sel telur tetapi juga untuk menerima sperma, menyiapkan kondisi yang cocok untuk fertilisasi, memberi makanan bayi yang sedang berkembang sebelum maupun sesudah kelahiran.

gambar Organ Reproduksi Perempuan fetus

google.com

Langkah-langkah awal dalam produksi telur terjadi sebelum kelahiran. Pada waktu fetus betina berumur 15 minggu, semua oogonia yang akan ia punyai telah terbentuk ratusan ribu sel-sel diploid ini memasuki meiosis pertama dan kemudian berhenti.

Telur kemudian tumbuh jauh lebih besar dan menyelesaikan pembelahan melosis yang pertama. Kejadian ini terjadi di dalam folikel, sel pembungkus penuh cairan yang mengelilingi telur. Folikel yang sedang matang juga berkembang sebagai kelenjar endoktrin.

Sel-selnya mulai memproduksi hormon-hormon steroid yang secara bersama dinamakan estrogen. Hormon ini bertanggung jawab untuk menumbuhkan ciri sekunder anak perempuan menjadi seorang wanita dewasa, seperti pelebaran pelvis (pinggul) dan perkembangan payudara.

Alat reproduksi membesar dan rambut berkembang disekitar alat genital luar dan ketiak. Estrogen menumbuhkan jaringan lemak dan ini menyebabkan bentuk badan lebih bulat, khas untuk wanita dewasa.

Estrogen dihasilkan secara menerus selama masa reproduksi wanita. Selama periode ini estrogen memerankan peranan utama dalam siklus haid setiap bulan. Kurang lebih setiap 28 hari, sejumlah kecil darah dan jaringan yang rusak dikeluarkan dari uterus.

Organ Reproduksi Perempuan uterus dan estrogen

google.com

Proses ini disebut mentruasi, yang berlangsung untuk empat atau lima hari. Selama ini sebuah folikel baru mulai memproduksi estrogen karena pengaruh dari FSH dan LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis.

Kehadiran estrogen dalam darah (testosteron pada laki-laki) akan menekan aktivitas faktor pembebas dari hipotalamus. Ini kemudia mengurangi sekresi FSH dan LH dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yang selanjutnya menurunkan kadar estrogen.

organ reproduksi menstruasi

slideplayer.info

Jadi sekresi estrogen pada perempuan (dan testosteron pada laki-laki), setidak-tidaknya dikontrol oleh dirinya sendiri. Kenaikan kadar estrogen selama siklus mentruasi sangat mempengaruhi struktur endometrium rahim atau uterus.

Lapisan ini menjadi jauh lebih tebal dan sangat kaya akan darah. Selama periode ini, perubahan juga terjadi dalam folikel. Di bawah pengaruh LH, telur yang sedang berkembang menyelesaikan pembelahan meiosisnya.

Berbeda dari meiosis dalam memproduksi sperma, sitoplasma tidak berbagi sama rata dalam sel-sel tersebut. Satu dari dua sel yang dihasilkan pada setiap pembelahan meiosis sangat kecil karena menerima sedikit sitoplasma.

Kurang lebih dua minggu sejak awal mentruasi, terjadilah ovulasi. Melambungnya LH secara mendadak mengakibatkan folikel robek dan melepaskan telur yang matang haploid. Telur tersebut bergerak menuju mulut tuba fallopi dan bergerak secara perlahan disepanjang tuba.

Organ Reproduksi Perempuan terjadinya haid

eropongsenayan.com

Setelah melepaskan telur, folikel berubah menjadi korpus luteum (corpus luteum) karena terangsang oleh LH. Korpus luteum kemudian mensekresi progesteron selama kira-kira 10 hari setelah ovulasi.

Kadar progesteron yang tinggi dalam darah mempersiapkan uterus untuk hamil, menghambat kontraksi uterus, dan menghambat perkembangan sebuah folikel baru.

C. Fertilisasi

Bila fertilisasi tidak terjadi, produksi progesteron mulai menurun kira-kira pada hari ke 26 siklus. Korpus luteum berdegenerasi, lapisan uterus sudah mulai hancur, dan pada hari ke 28, mentruasi dimulai lagi.

organ reproduksi perempuan gambar fertilisasi

slideplayer.info

Penurunan progesteron menaikkan hambatan kontraksi uterus dan hambatal perkembangan folikel. Siklus mentruasi berlangsung terus untuk bertahun-tahun lamanya tetapi meskipun demikian, biasanya antara umur 42 dan 52 tahun, folikel menjadi kurang responsif terhadap FSH dan LH, dan akan mulai mensekresikan sedikit estrogen.

Ovulasi dan mentruasi menjadi tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Berhentinya siklus mentruasi disebut menopause. Fertilisasi terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk.

Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata, yaitu zona pelusida.

Pada sperma, bagian akrosom mengeluarkan (1) hialuronidase, enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata; (2) akrosin, protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida; dan(3) antifertilizin, antigen terdapat oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.

Pertumbuhan uterus terutama terjadi pada myometrium di corpus dan fundus. Terjadi baik hypertrofi serabut-serabut otot yang telah ada maupun pembentukan otot baru.

Juga terjadi penambahan jumlah dan ukuran pembuluh-pembuluh darah dan limfe, di samping pertumbuhan jaringan pengikat yangn berlebihan. Dinding uterus pada kehamilan muda lebih tebal daripada dinding uterus tidak hamil.

 

 

Add Comment