Kisah Sahabat Nabi Utsman bin Affan, Si Pemilik Dua Cahaya

Kisah Utsman bin Affan – “Orang yang paling penyayang di antara umatku ialahadalah Abu Bakar as Shiddiq, yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar bin Khattab, yang paling pemalu adalah Utsman bin Affan.-

Yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Muadz bin Jabal, yang paling hafal tentang Alquran adalah Ubay bin Ka’ab dan yang paling mengetahui ilmu faraid (waris) adalah Zaid bin Tsabit.-

Setiap umat mempunyai seorang yang terpercaya, dan orang yang terpercaya di kalangan umatku ialah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya 3:184)

Biografi Utsman bin Affan

 Ustman bin Affan dilahirkan pada tahun ke-6 H setelah perisitiwa penyerangan Abrahah terhadap Mekkah.

Nama lengkap beliau yaitu ‘Utsman bin ‘Affan bin al-‘Ash bin Umayyah bin Abdus Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib, al-Qurasisyi al-Umawi al-Makki.

Ustman bin Affan termasuk kelompok Assabiqunal Awwalun, yaitu orang-orang yang pertama kali memeluk islam. Beliau masuk agama Islam setelah diajak oleh sahabatnya yaitu Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu ‘anhu.

Seperti sahabat Nabi lainnya, Ustman bin Affan juga memiliki banyak keutamaan. Menurut Imam Suyuthi, terdapat kurang lebih 146 hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Ustman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

Utsman bin Affan bersama keluarganya merupakan orang pertama dari kalangan kaum muslim yang melakukan hijrah ke Habasyah.

Diriwiyatkan dari Ibnu Asakir dari berbagai jalur periwayatan hadist, bahwasanya Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu merupakan seorang lelaki yang memiliki postur semampai, tidak pendek maupun tinggi.

Wajah beliau rupawan dan tampak putih kemerahan. Jenggotnya tebal, pundaknya lebar, tangannya panjang, tulang-tulang sendinya besar, betisnya gempal.

Beliau Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu memiliki rambut yang keriting dengan sedikit botak, rambutnya menutupi kedua telinganya dan memiliki gigi depan yang indah.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Hazm al-Muzanni, dia berkata: “Saya melihat Utsman. Saya tidak melihat seorang lelaki atau wanita yang memiliki keindahan wajah seelok wajah Utsman.”

Sebagian Keutamaan Utsman bin Affan

Keutamaan Utsman bin Affan

uang1000.com

Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu termasuk sahabat Nabi yang beruntung, beliau sering dijuluki Dzun Nurain yang artinya pemilik dua cahaya. Hal ini karena Utsman bin Affan pernah menikah dengan dua puteri Rasulullawa  shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebelum Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam diangkat menjadi Rasul, Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu sudah menikah dengan Ruqayyah radhiallahu ‘anha, puteri dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Ruqayyah radhiallahu ‘anha meninggal dunia sesaat ketika sebelum terjadinya Perang Badar.

Ketika itu Utsman bin Affan tidak ikut dalam Perang Badar karena harus merawat istrinya yakni Ruqayyah radhiallahu ‘anha. Meskipun begitu, beliau tetap mendapatkan pahala Perang Badar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menikahkan puterinya, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha dengan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Imam Thabrani meriwayatkan dari ‘Ishmah bin Malik, dia berkata:

Ketika puteri Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam (Ummu Kultsum) meninggal dunia (tahun 9 H), yang ketika itu dibawa tanggungan Utsman, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Nikahkanlah anak kalian dengan Utsman, seandainya saya memiliki puteri ketiga, niscaya akan saya nikahkan puteriku itu dengannya dan tidaklah aku nikahkan kecuali karena ada wahyu dari Allah subhanahu wata’ala.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Hormatilah ia (Utsman radhiallahu ‘anhu) karena ia adalah orang yang akhlaknya paling meyerupaiku diantara sahabatku.” (HR. Ahmad)

Utsman bin Affan merupakan sahabat Nabi yang paling pemalu, bahkan Nabi menyampaikan bahwasanya diantara umat beliau yang paling pemalu yaitu Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Utsman datang kepadaku, dan ketika itu ada seorang malaikat bersamaku, dia berkata, ‘Dia akan mati syahid dan akan dibunuh oleh kaumnya. Sesungguhnya kami sangat malu kepadanya’.”

Utsman bin Affan pernah menjadi pengganti Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Rasul sedang pergi ke medan Perang Dzat ar-Riqa’ dan Perang Ghathafan.

Baca juga:
Keutamaan dan Biografi Sang Kekasih Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq
Khalifah Umar bin Khattab, Sahabat Nabi yang Paling Tegas Menegakkan Agama Allah

Kedermawanan Utsman bin Affan

Kedermawanan Utsman bin Affan

kartuweb.org

Al-Baghawi menceritakan ketika kaum Muhajirin sudah memasuki kota Madinah dan mencari sumber air. Sumber air itu ternyata milikinya seseorang dari Bani Ghaffar.

Satu timba air dari sumber air itu dijualnya dengan harga 1 mudd (gandum). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada orang Bani Ghaffar itu: “Apakah kamu mau menjual sumurmu ini dengan balasan mata air di surga?”

Orang itu kemudian menjawab: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku dan keluargaku tidak mempunyai apa-apa selain sumur ini”.

Lalu Utsman mendengar hal itu, maka ia membeli sumur itu seharga 35000 dirham. Lalu Utsman mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata kepada Rasul:

“Apakah engkau akan memberikan untukku seperti yang engkau janjikan kepadanya tadi?” Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “ya”. Utsman kemudian berkata: “Aku telah membeli sumur itu dan aku peruntukkan untuk kaum muslimin.”

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu, Utsman bin Affan pernah memberikan semua kafilah dagangannya yang baru saja datang dari Syam kepada orang kafir dan miskin dari kaum muslimin yang membutuhkan.

Padahal banyak pedagang lain yang menawar barang dagangannya Utsman radhiallahu ‘anhu dengan harga yang lebih tinggi 5 kali lipat.

Utsman radhiallahu ‘anhu lebih memilih menyedekahkan hartanya karena pada saat itu barang-barang dagangannya sedang sangat dibutuhkan terutama oleh fakir miskin.

Kekhalifahan Utsman bin Affan

Kekhalifahan Utsman bin Affan

berkahkhair.com

Utsman bin Affan merupakan khalifah terpilih setelah Umar bin Khattab. Sebelum Umar bin Khattab wafat, beliau sudah mengumpulkan tim syuro yang berjumlah 6 orang.

Kemudian mengerucut menjadi 3 orang untuk memusyawarahkan siapa khalifah selanjutnya. Umat muslim menunjuk Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu untuk menjadi khalifah selanjutnya.

Utsman bin Affan sebagai khalifah memerintah dengan penuh kelembutan dan bijaksana kecuali terhadap hal-hal yang mengharuskannya menegakkan hukum.

Dimasa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, wilayah umat islam berkembang dan meluas hingga ke wilayah timur dan barat. Mulai dari Sind di sebelah timur, Afrika dan pulau-pulau Mediteranian di sebelah barat, Kaukasus di sebelah utara dan Habasyah di sebelah timur.

Ustman bin Affan merupakan orang pertama yang melakukan perluasan Masjid Nabawi. Utsman radhiallahu ‘anhu mengeluarkan hartanya sejumlah 20.000 dirham untuk keperluan perluasan Masjid Nabawi.

Add Comment