Engkau Anggap Apa Jilbab Ini? [Bagian 2]

Sore itu aku berjalan dengan seorang teman menuju sebuah gramedia di dalam sebuah tempat perbelanjaan, sebut saja di sebuah Mall. Aku berjalan beriringan dengannya seperi biasa aku mengenakan pakaian syar’i dan dia berbeda dariku .

Sesampai di gramedia kami berpisah. Dia ke sisi kiri dan aku ke sisi kanan. Iya, kami mencari buku sesuai dengan selera

Sembari berjalan dia berkata seperti biasa.

“Enak ya kalau punya temen yang punya satu hobby”.
“Maksudnya?” jawabku.

“Iya, sehobby sama sama suka pergi ke gramedia, jadi ngak ngerasa bosan dan bisa berlama lama di gramedia”
“Oh, itu aku kira apa. Iya aku hobby ke gramedia hobby beli buku tapi bacanya ntar kalau lagi mood”. Dan diapun tertawa kecil

Engkau Anggap Apa Jilbab Ini? [Bagian 2]

Engkau Anggap Apa Jilbab Ini? [Bagian 2]

Sibuk mencari hingga lupa bahwa hari sudah hampir magrib. Segera kami bergerak pulang sebelum magrib tiba. Sesampai dirumah selepas sholat magrib teman yang kebetulan satu kos denganku berkata:

“Aku mau bicara samamu”.
“Mau ngomong apa? Apa aku ada salah?” dengan nada heran aku menjawab karna tak seperti biasanya

“Tapi jangan marah ya”
“Iya insyaAllah ngak marah”

Dengan mata berbinar dia berkata “tadi waktu kita di gramedia aku rasa minderlah jalan samamu”
“Loh, kenapa? Apa ada yg salah dari bajuku?”

“Bukan di bajumu, tapi di bajuku”.
“Kenapa gitu? Kan pake jilbab?”

” kalau Jalan bareng samamu aku berasa seperti ngak pake baju”.
“Kenapa gitu?”

“Iya, kau pakai jilbab lebar, pake rok, kaus kaki baju longgar. Nah aku? Pake celana jeans, jilbab biasa aja ngak syar’i”.

“Kirain ntah kenapa lah ya ampun”.
“Dari tadi aku sholat yang kufikirkan itu aja, kapan lah aku bisa kayak kau. Pas doa tadipun aku rasanya pengen nangis. Aku yang kuliah di universitas islam saja belum bisa seperti mu”.

“Pelan pelan insyaAllah pasti bisa kok, aku juga dulu pelan pelan”.
“Tapi hatiku belum baik, perilakuku belum baik”.

” Begini ya Karena seperti apapun dirimu mengenakan Jilbab itu wajib untukmu (wanita muslim). Lain kalau dirimu bukan wanita muslim.

Hijrahlah karena kita ngak pernah tahu kapan ajal memanggil, jika sudah hijrah jangan lepas pasang lagi jilbabnya karna kelak akan ada pertanyaan dari orang-orang engkau anggap apa jilbabmu ini?

Baca juga: Engkau Anggap Apa Jilbab Ini? [Bagian 1]

Add Comment