Cara Beternak Yang Benar dan Sehat

Cara Beternak. Beberapa macam ternak yang ada di sekitar kita seperti domba, kambing, sapi dan kuda. Ternak adalah hewan mamalia atau hewan menyusui. Makanan pokoknya adalah rumput atau tumbuhan hijau.

penjelasan Cara Beternak

pixabay.com

Dalam usaha untuk memperoleh hasil produksi ternak yang baik, maka harus diawali dengan usaha memperoleh ternak yang sehat. Semua akan dibahas pada artikel ini ya!

A. Macam-Macam Hewan Ternak

Ciri-ciri umum hewan ternak yaitu habitatnya di darat, tubuhnya ditutupi oleh rambut, bernapas dengan paru-paru, memiliki kelenjar susu bagi hewan yang betina, alat geraknya berupa berupa 2 pasang kaki.

Cara Beternak berbagai hewan

pixabay.com

Hewan ternak termasuk hewan berdarah panas, artinya suhunya tetap walaupun suhu lingkungan nya berubah-ubah. Hewan ternak berkembangbiak dengan melahirkan dan pembuahan atau pertemuan 2 sel kelaminnya terjadi didalam tubuh induk betina.

1. Cara Beternak Domba Dan Kambing

Domba dan kambing adalah ternak yang ada di sekitar kita dan paling banyak diternakkan oleh masyarakat. Domba dan kambing banyak di ternakkan oleh para peternak karena relatif mudah pemeliharaannya, banyak peminatnya, serta harganya cukup terjangkau oleh masyarakat luas.

Cara Beternak hewan kambing

pixabay.com

Alasan masyarakat banyak beternak domba dan kambing adalah:

  1. Nilai jual kambing/domba sekarang cenderung meningkat.
  2. Mendatangkan keuntungan finansial bagi para peternak.
  3. Semakin meningkatnya kebutuhan penduduk akan daging domba/kambing, misalnya untuk aqiqah, syukuran, pesta pengantin dan pesta yang lain.
  4. Kulit domba dapat dimanfaatkan untuk berbagai industri, misalnya sepetu, tas, sandal, wayang, dan hiasan dinding.
  5. Susu kambing dapat meningkatkan gizi masyarakat, walaupun hal ini belum lazim pada masyarakat kita
  6. Kotoran kambing dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.

Di daerah pedesaan, pengetahuan tentang ternak masih sangat kurang. Oleh sebab itu, dipedesaan sangat dibutuhkan petunjuk pemeliharaan dan penanganan kesehatan ternak sampai cara menjaga kesehatan ternak secara sungguh-sungguh.

Ternak domba dan kambing mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu tubuhnya tertutup oleh rambut yang sering disebut bulu, anggota geraknya berupa 2 pasang kaki, habitatnya didarat, termasuk mamalia yang herbivora dengan makanan utama rumput/tumbuhan hijau.

Cara Beternak hewan domba

pixabay.com

Perbedaan antara domba dan kambing terletak pada warna rambut. Domba atau gibas warna rambutnya dominan putih, atau sering disebut dengan istilah wedus gembel. Warna rambut kambing lebih bervariasi, ada yang hitam, cokelat, dan putih. Jenis kambing juga lebih bermacam-macam antara lain : etawa, kacangan, dan saanen.

2. Cara Beternak Sapi

Sapi adalah salah satu ternak yang banyak di ternakkan, baik sebagai sapi perah maupun sapi pedaging. Seperti halnya kambing, sapi juga perlu perawatan agar sehat sehingga mendapatkan hasil yang menggembirakan seperti yang kita inginkan.

Cara Beternak hewan sapi

pixabay.com

Untuk itu kita perlu mengetahui ciri-ciri umum dari sapi:

  1. Termasuk hewan menyusui/mamalia karena yang betina mempunyai kelenjar susu pada bagian perutnya.
  2. Tubuhnya tertutup oleh rambut.
  3. Alat gerak berupa 2 pasang kaki.
  4. Bernapas dengan paru-paru.
  5. Habitat/tempat hidupnya didarat.
  6. Berkembangbiak dengan beranak/vivipar, dengan pembuahan yang terjadi didalam tubuh induk betina.
  7. Makanan pokoknya adalah rumput, karena itu sapi juga disebut herbivora.

Beternak sapi memang memerlukan modal yang lebih banyak dibandingkan beternak kambing, tapi hasil yang diperoleh dari beternak sapi juga lebih banyak.  Keuntungan tersebut diantaranya adalah kulit sapi dapat dijadikan bahan industri, misalnya sepatu, tas, jaket, sandal.

Cara Beternak hewan lembu

pixabay.com

Dagingnya dapat dijadikan lauk pauk sebagai sumber protein baik dalam keadaan segar  ataupun yang di awetkan menjadi dendeng dan abon. Dibagian bawah kulit ada kikil dan juga dapat di manfaatkan sebagai bahan konsumsi. Dapat juga menjadi krecek atau rambak.

Selain itu, susu sapi sangat lazim dimanfaatkan sebagai sumber gizi masyarakat, baik diminum dengan langsung diolah menjadi susu bubuk, dan dikemas menjadi minuman siap saji dalam kemasan susu.

Cara Beternak mendapatkan susu sapi

pixabay.com

Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan sebagai bahan bakar alternatif, yaitu biogas. Oleh karena itu, dalam mengadakan budi daya sapi baik sapi, pedaging ataupun sapi perah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar hasil yang diupayakan memperoleh hasil yang maksimal.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam beternak sapi antara lain, perawatan kandang, perawatan ternaknya, dan perawatan kesehatan sapi.

3. Cara Beternak Kuda

Kuda juga merupakan ternak yang termasuk hewan mamalia yang belakangan ini banyak diternakkan. Walaupun daging kuda jarang dijadikan konsumsi, peternak kuda pun bisa mengambil manfaat lain selain sebagai alat trasportasi, yaitu untuk diambil susunya.

Cara Beternak hewan kuda

pixabay.com

Banyak manfaat susu kuda untuk kesehatan manusia, sehingga akhir-akhir ini banyak diminum untuk dijadikan obat,antara lain untuk obat kencing manis, darah tinggi, dan lain sebagainya.

Zaman dahulu, kuda banyak dimanfaatkan tenaganya sebagai pengangkut barang, penarik pedati atau dokar, dan sebagai kuda tunggangan.

manfaat Cara Beternak kuda untuk transportasi

pixabay.com

Ciri-ciri kuda diantaranya : tinggi kira-kira 160-200 cm, tubuhnya tertutup oleh rambut, dengan warna yang beraneka ragam, mulai dari cokelat, hitam, putih atau kombinasi dari tiga warna tersebut.

Anggota gerak kuda berupa 2 pasang kaki yang panjang sehingga dapat berlari dengan cepat. Kuda Bernapas dengan paru-paru, habitatnya didarat. Makanan utama kuda adalah rumput sehingga termasuk herbivira Kuda berkembangbiak dengan beranak dan pembuahannya terjadi didalam tubuh induk betina.

Kuda termasuk hewan yang sudah ada sejak lama, yaitu sekitar 58 juta tahun lalu. Kuda telah mengalami perubahan atau evolusi yang sangat banyak, antara lain :

  1. Kuda yang pertama kali ada dahulu sebesar kucing, yang ada sekarang ini tingginya kira-kira 60 cm, sedangkan kuda yang sekarang tingginya sekitar 160-200 cm.
  2. Kaki depan kuda jumlah jarinya 4 buah, sedangkan kaki belakangnya mempumyai jari yang jumlahnya 3 buah. Kuda yang ada sekarang hanya satu buah yang kukunya menjadi sepatu.
  3. Bentuk rahang kuda mengalami perubahan disesuaikan dengan jenis makanan yang keseluruhannnya adalah rumput.

B. Cara Beternak Yang Sehat

Ada beberapa hal yang harus diperlukan dalam perawatan ternak yang baik agar mendapatkan hasil budi daya ternak yang maksimal, diantaranya: bibit ternak, kandang ternak, pakan ternak, dan pemeliharaan ternak.

1. Bibit Ternak

Salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha peternakan adalah bibit ternak. Bibit yang baik serta perawatan/tata cara yang baik akan menghasilkan ternak yang produksinya tinggi.

Cara Beternak bibit hewan

pixabay.com

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pemilihan bibit yang baik adalah dengan memperhatikan bentuk luar atau morfologi dari ternak. Morfologi tersebut dintaranya:

  1. Umur relatif muda dengan bobot lahir 2 sampai 4 kg
  2. Sehat, aktif, dan tidak cacat
  3. Badan berbentuk segitiga, lebar, serta kaki belakang berjarak lebar dan kuat
  4. Kepala tidak terlalu berat dan terlihat kuat
  5. Pangkal ekor tinggi, ekor lurus, dan kipas bulu lebat
  6. Dada lebar dan dalam dan kulit tidak kering
  7. Leher panjang dan lebar serta terdapat lipatan kulit lunak
Cara Beternak hewan yang sehat bersih

pixabay.com

Ada pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih bibit, seperti kesehatan ternak, sinar mata ternak yang bercahaya, bibir ternak selalu basah, catatan reproduksi ternak bila sudah pernah beranak, nafsu makannya banyak, serta peta silsilah ternak.

Dengan membeli langsung kepada peternak yang menjual ternaknya dan tidak pada penjual dipasar hewan adalah cara memilih bibit yang baik. Hal itu agar kita dapat mengetahui asal-usul ternak tersebut.

Cara Beternak bibit sehat

pixabay.com

Keturunan ternak dari jenis ternak yang unggul kita dapat memperoleh keturunan yang unggul juga, sehingga kita dapat memperoleh hasil ternak yang mendatangkan hasil yang baik.

2. Kandang Ternak

Kandang ternak harus diusahakan selalu bersih dan tidak lembab atau tidak basah. Sirkulasi udara harus berjalan dengan lancar, dan terkena sinar matahari agar ternak merasa nyaman dan sehat.

Cara Beternak dengan kandang

pixabay.com

Beberapa hal yag perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang ternak adalah:

  1. Bahan kandang terbuat dari bahan yang terjangkau, tidak terlalu mahal tetapi kuat, tahan lama, mudah didapatkan, dan memenhi syarat kesehatan bagi ternak, misalnya udah dibersihkan.
  2. Kandang ternak dekat dengan sumber air, sumber makanan ternak, sarana pengangkutan, dan sebaiknya terpisah dari rumah tempat tinggal kita dengan jarak yang cukup jauh.
  3. Letak kandang sebaiknya membujur dari utara keselatan, sehingga sinar matahari dapat segera masuk kedalam kandang, tinggi dinding kandang ternak kurang lebih satu meter agar sirkulasi udara lancar keluar masuk.

Bentuk dan tipe kandang ternak ada bermacam-macam tergantung pada selera peternak, jumlah lahan yang dimiliki peternak, dan jumlah ternak yang akan dipelihara oleh peternak.

Cara Beternak dengan memilih kandang

pixabay.com

Macam-macam bentuk kandang diantaranya:

Kandang tunggal, maksudnya adalah dalam satu kandang terdapat beberapa hewan ternak seperti sapi yang masing-masing ada penyekatnya. Penyekat itu terbuat dari beton atau besi yang kuat.

Kandang bebas, berupa satu ruangan yang luas tanpa penyekat sehingga ternak bebas dapat bergerak. Biasanya dipakai untuk ternak yang masih anakan sehingga belum cukup umur untuk dikawinkan.

Kandang tunggal adalah jenis kandang yang sering digunakan oleh para peternak karena lahan sekarang semakin sempit, sedangkan kandang bebas membutuhkan lahan yang luas.

Bahan-bahan yang dibuat untuk membuat kandang ternak adalah kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, engsel, paku, pagar hidup, beton (campuran satu bagian semen dan dua bagian pasir), benteng atau seng.

Bagian-bagian dari kandang ternak yang harus dipersiapkan :

Dinding kandang, Tingginya hanya 1 meter dan hanya dipaang pada bagian yang banyak mengandung angin. Untuk daerah yang tidak ada anginnya tidak perlu diberi dinding, cukup dengan menamam pohon atau pagar hdiup saja.

Lantai kandang, dapat dibuat dari kayu dengan kemiringan 1 m dan tebal minimal 3 m atau bisa dari beton dengan kemiringan 2 cm dan tebalnya 5 cm.

Atap kandang, untuk pembuatan atap kandang ternak dapat menggunakan genteng, daun tebu, alang-alang, rumbia, ijuk atau seng. Untuk daerah yang banyak angin dan hawa dingin seperti pegunungan, biasanya atap dibuat dari asbes atau seng agar hangat.

Tempat pakan dan minum untuk ternak, dengan bahan yang dipakai adalah papan atau kayu untuk tempat pakan makanan, sedangkan tempat minum untuk ternak dapat dibuat dari ember kecil atau baskom dan tempat cekung lainnya.

3. Pakan Ternak

Sebaiknya ternak diberi pakan yang baik, meliputi jumlah yang mencukupi dan kualitas nilai gizi yang baik. Makanan pokok bagi ternak adalah tumbuhan hijau seperti rumput, dan konsentrat sebagai penguat.

pakan sehat dalam Cara Beternak

pixabay.com

Konsentrat campuran dari bungkil kacang tanah, tepung jagung, dedak halus, garam dapur, tepung tulang, dan kapur. Konsentrat jarang dipakai peternak karna harganya yang mahal. Para peternak lebih memilih menggembalakan ternaknya dan sore hari diberi hijauan lagi setelah dimasukkan kekandang.

Cara Beternak dengan menggembala

pixabay.com

Kebutuhan hijauan bagi ternak adalah sebanyak 10 persen dari berat badannya. Misalnya berat ternak 20 kg maka hijauan yang diberikan adalah sebesar 2 kg setiap hari.

Hijauan yang sering diberikan kepada ternak antara lain daun lamtorogung (daun dan ranting yang muda), daun nangka yang masih muda untuk menaikkan berat badan ternak, kacang-kacangan, daun turi, dan daun pisang.

Hijauan yang sifatnya kasar hanya diberikan kepada ternak yang sudah dewasa, sedangkan ternak yang masih muda atau anakan hijauannya harus dipotong-potong terlebih dahulu.

Cara Beternak dengan memberi makanan

pixabay.com

Pemberian pakan pada ternak sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore. Sedangkan minuman diberikan bebas, hanya disediakan tempat minum didekat tempat pakan.

4. Pemeliharaan Ternak

Pemeliharaan ternak dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu pemeliharaan ternak anakan, pemeliharaan ternak hamil, pemeliharaan ternak dara, dan pemeliharaan ternak pejantan. pemeliharaan ternak pada masing-masing kelompok penanganannya khusus karena kondisi ternak berbeda-beda.

Pemeliharaan ternak anakan, sejak anak ternak lahir umur 3 bulan mempunyai tingkat kematian yang paling tinggi, jadi perlu perhatian ekstra agar tidak terjadi kematian.

Penyebab kematian bisa ditanggulangi dengan pembuatan kandang yang memenuhi syarat kesehatan, pemberian pakan yang berkualitas baik, kondisi anakan yang sehat yang dapat diperoleh dari induk yang sehat.

Cara Beternak hewan induk hamil

pixabay.com

Pemeliharaan induk yang hamil, setelah berumur kurang lebih dua tahun, ternak muali berkembang biak yang diawali dengan masa birahi, selanjutnya masa kawin dan akhirnya ternak betina hamil.

Perlu penangan khusus pada saat ternak hamil agar ternak yang bakal dilahirkan sehat dan tidak cacat dengan cara memberikan makanan berkualitas baik ditambah konsentrat sebagai penguat yang penting bagi pertumbuhan anak yang ada diperutnya.

Perawatan kesehatan berupa kebersihan kandang dan kebersihan badan seperti perawatan ekor, perawatan kuku, pemotongan rambut atau bulu pelu diperhatikan.

Cara Beternak dan kebersihannya

pixabay.com

Baca : Cara Perawatan Kesehatan Hewan Ternak

C. Ciri-Ciri Ternak Yang Sehat

Kesehatan ternak yang baik adalah dengan usaha pencegahan terhadap penyakit. Karena kita tahu bahwa mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Ciri-ciri ternak yang sehat adalah sebagi berikut:

  1. Gerakannya aktif, tidak lesu, tidak ada cacat pada bagian badan, badannya lebar dan kaki belakang berjarak lebar dan kuat, badannya relatif tinggi dan relatif panjang.
  2. Pangkal ekor agak tinggi dengan bulu yang lebat, perut agak besar dan tidak kelihatan menggantung, bagian kulitnya mengkilap dan tidak tampak kering.
  3. Pada bagia leher ada lipatan kulit yang lunak jika dipegang, selain itu lehernya kelihatan panjang dan lebar, pandangan matanya kelihatan bersinar.
  4. Nafsu makannya banyak, kelihatan tenang, tidak gelisah atau tidak banyak mengeluarkan suara, bibirnya juga kelihatan basah dan tidak kering.

Sedangkan ciri-ciri ternak sakit seperti kepalanya tertunduk, matanya pudar dan pucat kemerahan, hidung tersumbat dan berlendir, kulit pudar dan bulunya tersembul, lemas dan malas, serta telinga dan bibir berkeruping.

Cara Beternak dan mengatasi penyakitnya

pixabay.com

Mulut berliur dan bergelatuk, kaki telapan tidak tumbuh, pernafasan terengah dan batuk, perut kembung, kotoran lembek dan cair, air kencing kemerahan, selera makan kurang, selera minum kurang atau kelebihan.

D. Macam-Macam Penyakit Ternak

Adapun macam-macam gangguan dan penyakit yang dapat menyerang hewan ternak diantaranya:

1. Penyakit Cacingan

Penyakit yang paling banyak dijumpai pada ternak adalah penyakit cacingan. Selain faktor kebersihan badan, ternak dapat terinfeksi telur cacing disebabkan proses perolehan makanan yang akhirnya menetas dan berkemabng biak pada tubuh ternak.

Penyakit cacing ini mudah sekali menular pada ternak yang lain, karena perantara perkembangbiakan telur cacing beraneka ragam, misalnya melalui kuku, makanan yang kurag steril, dan lingkungan yang kurang steril.

Ternak yang terinfeksi cacing  dapat dikenali dengan perut ternak buncit, kurus dan pucat terutama daerah konjungtiva/selaput dalam kelopak mata, gangguan saluran pencernaan, kadang sembelit dan mencret, warna bulu agak suram dan kusut tidak mengkilap, bulu ternak rontok.

Cara Beternak jika hewan sakit

pixabay.com

Jika ternak terkena cacingan dan tidak segera ditolong akan menimbulkan kematian. Pengobatan ternak yang terkena penyakit cacingan, selain dengan obat caing juga bisa dilakukan pengobatan dengan jamu atau obat tradisional. Obat tradisional tersebut yaitu buah pinang muda dan tembakau.

Cara Beternak hewan sakit dengan tembakau

pixabay.com

Cara pembuatan buah pinang muda dibersihkan dahulu, ambil air atau cairan buah pinang muda tadi, atau buatlah buah pinang menjadi tepung. Baik cairan atau tepung dari buahnya dapat diajdikan obat penyakit cacinga ternak.

Sedangkan tembakau cara pembuatannya ambil tembakau sebanyak 800 gr, masukkan tembakau kedalam 2 liter air, rendam selama 1 malam, air redaman disaring dan tambahkan tawas, kocok larutan sampai larut, minumkan pada ternak sebanya 4 sendok.

Pencegahan penyakit cacingan dengan menjaga kebersihan kandang dan pengambilan atau pengaritan rumput dilakukan pada siang hari, yaitu jam 12.00 sampai jam 13.00.

Penggembalaan ternak harus dijauhkan dari rawa, sungai, atau sawah yang banyak siput air sebagai perantara atau vektor dari telur cacing.

2. Penyakit Diare

Diare atau mencret adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan adanya bibit penyakit atau karena makanan yang berlebihan, misalnya terlalu asam atau terlalu pedas.

Ternak yang mengalami diare biasanya ciri-cirinya matanya sayu tidak bercahaya, bulu atau rambut badan kusam dan tidak bersih, nafsu makan menurun, badan ternak lemas, kotoran ternak berwarna hijau muda atau hijau kehitaman.

Cara Beternak hewan yang diare

pixabay.com

Pertolongan secara tradisional hewan ternak yang terkena penyakit diare yaitu dengan menggunakan garam oralit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang/keluar dari tubuh ternak.

Cara pembuatan garam oralit yaitu sediakan garam 1 sendok (10 gram), gula pasir satu sendok (10 gram), 2,5 liter air masak. Campurkan ketiga bahan tersebut kemudian minumkan pada ternak sampai diarenya berhenti.

3. Penyakit Antrak

Penyakit antrak adalah penyakit menular yang sangat mudah sekali penularannya karena spora antrak bertebaran didaun, buah bahan pakan, tanah, dan juga diair.

Gejala penyakit antrak yang menyerang ternak antar lain yaitu suhu badan ternak tinggi dan mengalami demam, selaput lendir mata dan mulut berwarna merah tua sampai ungu.

Selain itu, ternak stres dan tidak tenang, nafsu makan berkurang, pernapasan cepat dan pendek-pendek, denyut nadi lemah, kotoran dan air kencingnya bercampur darah, pembengkakan pada vulva dan dubur juga gejala antrak.

Pengobatannya dengan penicilin, namun penyakit ini dapat dicegah dengan obat tradisional atau jamu yang berupa cairan dari daun pepaya yang diminumkan secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit bibit ini.

Penyakit antrak termasuk penyakit yang berbahaya karena dalam waktu 2 sampai 6 jam atau 24 jam setelah ternak terinfeksi, maka ternak akan mati.

4. Keracunan

Ternak dengan makanan utama berupa makanan sering mengalami keracunan karena banyak tanaman yang mengandung senyawa alkaloid atau bahkan sianida yang bersifat racun/toksit bagi ternak.

Hal ini sering terjadi berlebih jika perawatan ternak kita dengan cara menggembalakn atau tidak dikandangkan. Resiko keracunan atau terkena penyakit cacingan lebih sering dijumpai.

Berikut ini tanda-tanda apabila ternak kita mengalami keracunan :

  1. Mulut ternak mengeluarkan busa/buih.
  2. Ternak mengalami kejang-kejang mendadak.
  3. Selaput lendir daerah mata dan mulut berwarna kebiruan.
  4. Kulit ternak mengalami pengelupasan.
  5. Ternak dapat mati mendadak

Pengobatan tradisional yang biasa diberikan pada ternak yang terkena racun dengan memberikan minuman air kelapa muda agar ternak muntah jadi racunnya dapat dikeluarkan.

cara beternak terhindar dari penyakit

pixabay.com

Mencegah penggembalaan ternak pada daerah yang terdapat tanaman yang beracun merupakan salah satu upaya pencegahan dari bahaya keracunan. Racun dapat ditawarkan dengan memberikan oplosan daun ubi dan daun jagung yang diberikan bersama rumput.

5. Kudis

Kudis adalah penyakit/gangguan yang terjadi pada kulit ternak. Kudis dapat menular lewat kontak langsung atau bersentuhan langsung. Pengobatan tradisionalnya dengan memandikan ternak memakai tawas atau terusi agar gatal-gatalnya agak berkurang.

Gejala penyakit kudis diantaranya: bulu atau rambut ternak banyak yang rontok, ternak menjadi kurus, selaput lendir ternak pucat, ternak merasa gatal-gatal ditandai dengan menggaruk-garuk seluruh tubuh

Pencegahan penyakit kudis bagi ternak, yaitu : dengan secara rutin memandikan ternak setiap minggu sekali dan menjaga kebersihan kandang serta membuang kotoran ternak, baik yang ada dalam kandang ataupun yang ada di kolong kandang.

Cara Beternak hewan terkena kudisan

pixabay.com

Selain di mandikan, memotong bulu atau ternak secara rutin agar kebersihan badan ternak selalu terjaga dan terbebas dari kuman kudis.

6. Eksim

Penyakit eksim yang dialami ternak hampir sama dengan penyakit kudis hanya saja gejala penyakit eksim terdapat pada daerah sekitar mata, hidung dan telinga serta bagian kaki yang berwarna putih kekelabuan dan bulu sekitarnya rontok. Pengobatan tradisional penyakit eksim yaitu dengan memberikan makanan berupa daun dan sayuran dalam jumlah yang cukup.

7. Belatungan

Penyakit belatungan terjadi karena ternak mengalami luka yang terinfeksi oleh lalat dan sempat bertelur menajdi belatung. Gejalanya adalah anggota badan yang terkena belatung sering digerakkan karena gatal, cara berjalan ternak pincang, terlihat belatung pada bagian yang luka.

Pengobatan tradisional jika ternak terkena belatungan adalah dengan diberikan tembakau dan kapur barus dicampur dengan solar atau bensin lalu dibalutkan pada luka.

8. Sakit Mata

Tanda-tanda klinis sakit mata adalah selaput mata meradang, berair, selalu ditutup dan berkedap-kedip. Bila parah, mata ternak dapat menjadi rabun, bahkan buta. Pengobatan tradisionalnya yaitu dengan meneteskan air jeruk limau 1-3 tetes sampai sembuh.

Ada beberapa macam alat yang digunakan untu merawat dan menangani kesehatan ternak seperti sekop, selang, sikat, angkul, suntikan, tambang, corong, gelas, guntung atau silet, pinset, sarung tangan, sepatu bot, ember, bambu keil berlubang.

Selain peralatan tersebut masih ada bebrapa bahan untuk penanganan kesehatan ternak yaitu air panas, kapas, perban atau kain kasa, vitamin, obat cacing, obat obat pencuci hama atau revanol, dan tradisional atau jamu.

Baca : Obat Tradisional Atau Jamu Untuk Ternak

Add Comment