Hubungan Islam, Al-Qur’an, Dan Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan. Agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam dan Al-Qur’an adalah kitab suci bagi umat Islam. Al-Qur’an merupakan kumpulan firman-firman Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Ilmu pengetahuan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena membantu manusia dalam menjalankan perannya. Lalu, apakah Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat islam mengandung ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia?

A. Pengertian Islam, Al-Qur’an, Dan Ilmu Pengetahuan

pengertian islam dalam Al-Qur’an

pixabay.com

1. Pengertian Islam

Berdasarkan ilmu bahasa atau Etimologi kata ”Islam” berasal dari bahasa Arab, yaitu kata salima yang berarti selamat, sentosa dan damai. Dari kata itu terbentuk kata aslama, yuslimu, islaman yang berarti juga menyerahkan diri, tunduk, patuh, dan taat.

Secara istilah atau terminologi, Islam berarti suatu nama bagi agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Allah kepada manusia melalui seorang Rasul. Allah berfirman dalam surah Asy-syura ayat 13 yang artinya:

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh. Apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa adalah tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada orang yang kembali kepada-Nya.”

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Allah telah mensyariatkan agama kepada Muhammad saw dan kaumnya sebagaimana Dia telah mewasiatkan pula kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang datang  sesudahnya, yaitu Ibrahim, Musa dan Isa.

Syariat yang diwasiatkan kepada Nabi Muhammad dan Nabi-nabi sebelumnya memiliki kesamaan dalam pokok-pokok aqidah seperti keimanan kepada Allah swt, risalah kenabian dan keyakinan adanya hari pembalasan atau hari kiamat.

Syariat yang diwasiatkan kepada Nabi Muhammad Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahua

 

Sedangkan landasan agama yang menjadi misi utama para Rasul tersebut adalah beribadah kepada Allah swt dan tidak menyekutukan-Nya.

Perbedaan yang tidak mendasar diantara risalah para Nabi adalah dalam bidang syariat yang bersifat furu’iyah. Beberapa bentuk ibadah dan rinciannya sesuai dengan perkembangan masa, kebutuhan, dan kemaslahatan umat manusia.

Agama islam adalah agama yang paling diridhai Allah, sebagaiman firmannya dalam surah Al-Imran ayat 19:

Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Q.S. 3 : 19)

2. Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci bagi umat Islam yang merupakan kumpulan firman-firman Allah swt (Kalam Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

pengertian Al-Qur’an dalam Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan

pixabay.com

Al-Qur’an diturunkan dengan tujuan untuk menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menata kehidupan, agar memperoleh kebahagian hidup di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an mengajak manusia untuk menyelidiki, mengungkap keajaiban, serta berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang berlimpah ruah untuk kesejahteraan hidupnya.

Jadi, Al-Qur’an membawa manusia kepada Allah melalui ciptaan-Nya dan realitas konkret terdapat dibumi dan dilangit. Al-Qur’an juga sebagai dokumen untuk umat manusia. Bahkan kitab ini sendiri menamakan dirinya “petunjuk bagi manusia”.

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai mukjizat dan kitab penyempurna pada kitab-kitab yang terdahulu. Al-Qur’an bukanlah buku ilmiah akan tetapi Al-Qur’an mengandung isyarat Ilmiah yang tidak pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern.

Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhannya atau hubungan manusia dengan makhluk lainnya akan  tetapi menjelaskan juga tentang ilmu pengetahuan.

3. Pegertian Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an Dan Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut ahli

pixabay.com

Kata ilmu berasal dari bahasa arab ‘ilm yang berarti  pengetahuan, merupakan lawan kata jahl  yang berarti ketidaktahuan atau kebodohan. Menurut al-Asfahani dan al-Anbari ilmu adalah mengetahui hakikat sesuatu.

Kata ‘ilm adalah bentuk masdar dari ‘alima, ya’limu, ya’limu-‘ilman. Menurut ibnu zakaria, pengarang buku Mu’jam maqayis al-lughah bahwa kata ‘ilm mempunyai arti denotatif “ bekas sesuatu dengannya dapat dibedakan sesuatu dari yang lainnya”.

Menurut Ibnu Manzur ilmu adalah antonim dari tidak tahu (naqid al-jahl). Sedangkan menurut al-Asfanidan al-Anbari, ilmu adalah pengetahui hakikat sesuatu (idrak al-syai’bi haq qatih).

Abuddin Nata dalam buku Ensiklopedia Islam, “Kata ilmu berasal dari bahasa arab ‘ilm yang berarti pengetahuan, yang merupakan lawan kata jahl yang berarti ketidak tahuan atau kebodohan.”

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan menurut abudin nata

shutterstock.com

Dalam bahasa inggris pengetahuan ini disebut knowledge Ada dua jenis pengetahuan, pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan biasa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran pengalaman, panca indera dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan obyek, cara dan kegunaannya.

Pengetahuan ilmiah juga merupakan keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan untuk mengetahui sesutau, tetapi dengan pemperhatikan obyek yang ditelaah, cara yang digunakan, dan kegunaan pengetahuan tersebut.

Dengan kata lain, pengetahuan ilmiah memperhatikan obyek ontologis. Landasan epistimologis dan landasan aksiologis dari pengetahuan itu sendiri. Jenis pengetahuan ini dalam bahasa ingris disebut science (sains).

B. Islam Dan Ilmu Pengetahuan

hubungan islam, Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan

pixabay.com

Dalam  dunia  islam, ilmu bermula dari keinginan untuk memahami  wahyu yang terkandung dalam Al-Qur’an dan bimbingan Nabi Muhammad SAW mengenai  wahyu  tersebut. Ilmu adalah sifat utama  Allah SWT  yaitu al-‘Alim dan ‘Alim yang artinya Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Tahu.

Manusia dilahirkan dan datang ke dunia ini dalam keadaan polos, telanjang, buta ilmu pengetahuan, walaupun ia dibekali dengan kekuatan dan pancaindera yang dapat menyiapkannya untuk mengetahui dan belajar.

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan manusia sejak lahir

pixabay.com

Dalam Al-Qur’an Allah swt. Berfirman:

Artinya,: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”(An-Nahl : 78).

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan kegaiban dan keajaiban yang amat dekat pada manusia. Manusia mengetahui fase-fase pertumbuhan janin, tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana jalannya proses perkembangan janin yang terjadi dalam rahim itu sehingga mencapai kesempurnaan.

Yakni sejak dari dua sel organisme (sel hidup) yang lebur menjadi manusia baru yang membawa sifat-sifat kedua orang tuanya dan leluhurnya. Dalam proses kejadian ini terdapat rahasia hidup tersembunyi.

Sesudah mencapai kesempurnaan, Allah mengeluarkan manusia itu dari rahim ibu, pada waktu itu dia tidak mengetahui apa-apa.Tetapi sewaktu masih dalam rahim, Allah SWT menganugerahkan kesediaan-kesediaan (bakat) dan kemampuan pada diri manusia, seperti bakat berpikir, berbahagia, mengindra dan lain sebagainya.

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan dalam rahim ibu

pixabay.com

Setelah manusia itu lahir, dengan hidayah Allah segala bakat-bakat itu berkembang. Akalnya dapat memikirkan tentang kebaikan, kejahatan, kebenaran dan kesalahan, hak dan batil.

Dan dengan bakat pendengaran dan penglihatan yang telah berkembang itu manusia mengenali dunia sekitarnya dan mempertahankan hidupnya serta mengadakan hubungan sesama manusia.

Dan dengan perantaraan akal dan indra itu pengalaman dari pengetahuan manusia dari hari ke hari semakin bertambah dan berkembang. Kesemuanya itu merupakan rahmat dan anugerah Tuhan kepada manusia yang tidak terhingga. Karena itu seharusnyalah mereka bersyukur kepada Nya.

Maka pendengaran, penglihatan dan akal ialah alat-alat yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk digunakannya memperoleh pengetahuan dan merupakan jendela-jendela yang melaluinya orang dapat menjenguk ke alam yang luas untuk mengetahui rahasia-rahasia-Nya.

Kemudian mengambil manfaat dari apa yang telah Allah berikan untuk kemakmuran, kebahagiaan dan kelestarian hidup manusia, sebagai makhluk-Nya yang diamanatkan oleh Allah untuk menjadi khalifah diatas bumi.

Orang-orang yang tidak mengambil manfaat dari pemberian Allah itu dan tidak menggunakannya sesuai dengan fungsinya, patut digolongkan ke dalam bilangan binatang, Karena mereka telah menyia-nyiakan pemberian Allah untuk mencari ilmu dan pengetahuan sebagai pembentuk kepribadian manusia.

Kunci ilmu pengetahuan

  1. Membaca
  2. Menyelidiki alam semesta
  3. Mengadakan perjalanan di atas bumi Allah
Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan tentang perintah membaca

pixabay.com

Tentang bidang membaca, Allah berfirman:

Artinya,:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah       menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.“(Al-alaq : 1-5).

Tentang anjuran menyelidiki alam semesta, Allah berfirman:

Artinya,:“Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (QS.Yunus : 101)

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan perintah mengelilingi bumi

pixabay.com

Tentang anjuran agar orang bepergian mengelilingi bumi berfirmanlah Allah swt yang artinya:

“Dan Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, Maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al ‘Ankabuut 19-20).

Islam mendorong dan menganjurkan para penganutnya mencari ilmu dan menuntut pengetahuan, karena dengan ilmulah orang dapat membedakan antara haq dan bathil, antara kebajikan dan kejahatan, antara yang salah dan yang benar, antara yang baik dan buruk,  antara hidayah dan sesat, , antara yang bermanfaat dan yang madharat.

Rasulullah saw bersabda.:

Artinya: Barang siapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”

Untuk kehidupan dunia kita memerlukan ilmu yang dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di akhirat. Kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat membekali kehidupan akhirat. Dengan demikian, kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai tujuan hidup insya Allah akan tercapai.

Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam, sebab kata islam itu sendiri, dari kata dasar aslama yang artinya “tunduk patuh”, mempunyai makna “tunduk patuh kepada kehendak atau ketentuan Allah”.

Dalam Surat Ali Imran ayat 83, Allah menegaskan bahwa seluruh isi jagat raya, baik di langit maupun di bumi, selalu berada dalam keadaan islam, artinya tunduk patuh kepada aturan-aturan Ilahi.

Allah memerintahkan manusia untuk meneliti alam semesta yang berisikan ayat-ayat Allah. Sudah tentu manusia takkan mampu menunaikan perintah Allah itu jika tidak memiliki ilmu pengetahuan

C. Pandangan Islam Tentang Pentingnya Ilmu Pengetahuan

therabbaanians.com

Dalam pandangan islam, menuntut ilmu itu hukumya wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang artinya : “Menuntut ilmu adalah wajib atas tiap muslim dan muslimat”.

Dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, Allah swt berfirman:

Artinya:”Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini memberikan penjelasan bahwa jika diantara kaum muslimin ada yang diperintahkan Rasulullah saw berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang tertentu untuk duduk.

Atau mereka diperintahkan pergi dahulu, hendaklah mereka berdiri atau pergi, karena beliau ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang itu, ingin menyendiri untuk memikirkan urusan-urusan agama, atau melaksanakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan dengan segera.

Kandungan surat al-Mujadilah ayat 11 berbicara tentang etika atau akhlak ketika berada dimajelis ilmu. Dalam ayat ini diterangkan cara-cara yang dapat menimbulkan rasa persaudaraan didalan suatu pertemuan, seperti memberi tempat kepada teman-teman yang baru datang dalam sebuah majelis ilmu jika tempat masih memungkinkan.

Ayat tersebut diatas selanjutnya sering digunakan para ahli untuk mendorong diadakannya kegiatan dibidang ilmu pengetahuan, dengan cara mengunjungi atau mengadakan dan menghadiri majelis ilmu. Orang yang mendapatkan ilmu itu selanjutnya akan mencapai derajat yang tinggi dari Allah swt.

Akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman, taat dan patuh kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya. Serta derajat orang yang berusaha menciptakan suasana damai, aman, dan tenteram dalam suatu masyarakat, demikian pula orang-orang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk menegakkan kalimat Allah.

Ayat di atas memang tidak menyebut secara tegas bahwa Allah akan meninggikan derajat orang berilmu. Tetapi, menegaskan bahwa mereka memiliki derajat-derajat, yakni yang lebih tinggi dari pada yang sekedar beriman. Tidak disebutkan kata meninggikan itu sebagai isyarat  bahwa sebenarnya ilmu yang dimilikinya itulah yang berperan besar dalam ketinggian derajat yang diperolehnya, bukan akibat dari faktor diluar ilmu itu.

Dari ayat ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai derajat paling tinggi disisi Allah adalah orang yang beriman dan berilmu. Ilmu yang dimaksud oleh ayat ini bukan saja ilmu agama, tetapi ilmu apapun yang bermanfaat.

Kedudukan orang yang berilmu juga terdapat dalam hadis Rasulullah saw yang artinya,: “Barang siapa keluar mencari ilmu maka selama ia belum kembali, ia berkedudukan sebagai seorang mujahid di jalan Allah.” (HR. Attirmidzi).

Pentingnya ilmu pengetahuan dalam islam juga disampaikan Rasulullah dalam sabdanya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar).

Hadits di atas menunjukkan bahwa menuntut ilmu itu wajib dan para malaikat turut bergembira. Begitu pentingnya ilmu, Rasulullah saw. mewajibkan umatnya agar menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan.

Agama Islam sangat memperhatikan pendidikan untuk mencari ilmu pengetahuan karena dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya dan berprestasi serta dengan ilmu, ibadah seseorang menjadi sempurna.

Ilmu pengetahuan yang dituju oleh Islam sendiri pada dasarnya adalah menyeluruh, yang mengatur segala yang berhubungan dengan kehidupan dan tidak terbatas pada ilmu syariah dan akidah saja.

D. Hubungan Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan

hubungan antara Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan

sinichinet.blogspot.co.id

Al-Qur’an sangat mendorong dikembangkannya ilmu pengetahuan. Hal ini terlihat dari banyaknya ayat al-Qur’an yang menyuruh manusia agar menggunakan akal pikirannya dan segenap potensi yang dimilikinya untuk memperhatikan segala ciptaan Allah Swt.

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan quraisy shihab

pixabay.com

Banyak ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, pujian dan kedudukan yang tinggi bagi orang-orang yang berilmu serta pahala bagi yang menuntut ilmu.

Quraish Shihab mengatakan:”menurut hemat kami, membahas hubungan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan bukan dinilai dengan banyaknya cabang-cabang ilmu pengetahuan yang tersimpul didalamnya, dan bukan pula menunjukkan kebenaran teori-teori ilmiah.

Tetapi pembahasannya hendaknya diletakkan pada proporsi yang lebih sesuai dengan logika ilmu pengetahuan itu sendiri.

Manusia adalah makhluk yang memilik peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, dikarenakan manusia adalah makhluk yang diberikan Allah akal dan akal merupakan satu nikmat yang membedakan manusia dengan makhluk lainya.

Akal manusia yang diberikan oleh Allah berkarya dengan fikiran, maka manusia dituntut untuk berfikir dengan baik dan bijaksana.

Kegiatan berfikir adalah akal budi yang berada didalam tataran ilmiah. Yaitu dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan umum. Dengan berfikir manusia akan memperoleh sebuah ilmu dan dari ilmu itu akan timbul pengetahuan.

Sebagaimana yang dikutip Abuddin Nata dalam buku Ensiklopedia Islam, “Kata ilmu berasal dari bahasa arab ‘ilm yang berarti pengetahuan, yang merupakan lawan kata jahl yang berarti ketidak tahuan atau kebodohan.”

Jika pengetahuan merupakan salah satu tujuan akal, meski bukan tujuan yang paling mendasar; maka sarana pengetahuan ini telah berdiri di sekitar arus-arus falsafah, pendapat dan aliran yang berbeda-beda.

Pemikiran dan mazhab-mazhab tersebut sampai kini masih ada. Demikianlah kondisi pemikiran manusia yang tidak mempunyai pelindung, kehilangan kriteria yang benar dan sumber pendapat yang kokoh.

Suatu proses berfikir dikatakan ilmiah apabila dilakukan secara sistematis. Metodis dan objektif dalam rangka mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan.

Sebagaimana Allah menjelaskan dalam Q.S. yunus [ 10 ]: 101

Artinya: katakanlah:“ Perhatikan apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. ( Q.S. Yunus : 101 ).

Al-Qur’an Dan Ilmu Pengetahuan perintah mengelilingi bumi

pixabay.com

Dari ayat di atas, dinyatakan tugas manusia untuk berfikir dan memperhatikan alam semesta beserta isinya agar manusia memperoleh ilmu pengetahuan dapat mengarahkan manusia tentang  kebenaran Allah.

Manusia bertugas membuktikan bahwa alam semesta memiliki sang pencipta yang sempurna dalam hal kekuasaan, kebijakan dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan (science)  inilah yang mengatakan kedudukan manusia diatas makhluk lainnya.

Sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam Q.S. Israa’ [17]: 70

Artinya :“dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan kami beri mereka rezeki yang baik-baik kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.”( Q.S. al- Isra’ : 70 )

Dalam QS. Fathir ayat 27-28, Allah menguraikan sekian banyak makhluk Ilahi dan fenomena alam, lalu ayat tersebut ditutup dengan menyatakan bahwa: yang takut dan kagum kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Ini menunjukkan bahwa ilmu dalam pandangan Al-Qur’an bukan hanya ilmu agama.

Jelaslah bahwa Al-Qur’an memberikan kepada manusia informasi tentang ilmu pengetahuan baik dunia maupun ilmu pengetahuan akhirat.

 

 

Add Comment